Surabaya, Delikjatim.com – Dalam situasi pandemi covid-19, peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Kota Surabaya justru meningkat pesat.

Empat pengedar narkotika dibekuk Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya, Kamis (9/9/2021)

Setelah mendapatkan Informasi dari masyarakat tentang peredaran narkoba jenis sabu-sabu yang sangat meresahkan.

Selasa, tanggal 07 September 2021 Sekira Jam : 16.00 Wib di tempat kost, Jl. Putat Jaya C Timur Gg. IV No. 7 Surabaya, Petugas BNN Kota Surabaya melakukan penangkapan terhadap Tersangka : RK BIN SUTOPO dan FY Als Pesek ginti SUHAR ANTONO, bersama dengan Barang bukti 1 (satu) buah sedotan plastik yang berisi 1 (satu) poket serbuk sabu dengan berat total : 0,41 (nol koma empat puluh satu) gram berikut dengan bungkus plastiknya (Bruto).

Selain Narkoba polisi juga mengamankan 1 (satu) buah HP (Handphone) merk “VIVO” type Y-20 warna biru muda, (satu) buah HP (Handphone) merk “HUAMI” type F-8 warna Biru Tua.

Kemudian dilakukan pengembangan asal barang sabu, dan petugas BNN Kota
Surabaya berhasil melakukan penangkapan terhadap Tersangka AW Als BAJOL sebagai BANDAR, di Pasar Dukuh Kupang Surabaya.

Polisi mendapati barang bukti 2 (dua) poket serbuk sabu dengan berat : 2,97 (dua koma Sembilan puluh tujuh) gram (Bruto), 1 (satu) unit sepeda motor Honda Vario warna hitam dengan No. Pol – L – 4381 – ZD. ii.2 (dua) HP merk Samsung dan LG.

Sedangkan BD Als Bendot Sebagai Kurir sabu di tangkap dirumah jl dukuh Kupang XIX / 56- B Surabaya dengan barang bukti 1 (satu) buah merk Vivo. Yang mana narkotika jenis sabu tersebut dibeli oleh tersangka dari saudara AJ (DPO).

Keempat tersangka dijerat pasal setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual,menjual,membeli,menerima,menjadi perantara dalam jual beli,menukar,atau menyerahkan narkotika golongan I dan atau setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan,menguasai atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman dan atau percobaan / permufakatan dalam melakukan tindakan pidana narkotika atau prekusor narkotika sebagaimana dimaksud dalam sebagaimana dimaksud dalam pasal 114 ayat (1) dan atau 112 ayat (1) Jo 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika.

Kepala Badan Narkotika Surabaya (BNNK) AKBP. Kartono menyatakan kenaikan penyebaran narkoba disertai dengan kebutuhan tinggi yang datang dari masyarakat.

“Mungkin masyarakat kita di masa pandemi ini ada rasa jenuh dan hal-hal lain yang menganggu psikologinya,” ujar.

“Ternyata tidak menyurutkan upaya para bandar dan sindikatnya untuk mengedarkan narkoba di negeri ini. Sekalipun dalam kondisi sulit seperti sekarang ini, mereka tidak pernah beristirahat apalagi berhenti untuk menjalankan bisnisnya”. Imbuh Kartono.

Lebih lanjut kartono menyampaikan kepada masyarakat akan terus mewaspadai dan berkomitmen melakukan pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika meski dalam keadaan pandemi COVID-19 sekalipun. Sebab, sindikat peredaran narkoba, tidak mengenal situasi apa pun.

“Karena itu, ini jadi kewaspadaan kita, ini menjadi komitmen kita bersama untuk BNN dan seluruh instansi tetap kita waspada, bahkan sekalipun dalam pandemi yang sulit seperti sekarang, kita tidak boleh kendur, kita tidak boleh lengah, tapi justru sebaliknya kita harus lebih kuat lagi, kompak lagi, dan semangat,” ucapnya.

“Karena ternyata sindikat narkoba itu tidak mengenal situasi, apakah itu situasi sulit, situasi yang sedang prihatin, tetapi yang mereka inginkan bagaimana mereka mendapatkan uang sebanyak-banyaknya sekalipun itu dari air mata dan darah orang tua yang melihat anaknya menjadi pengguna narkoba,” pungkasnya.(Ibed).

Editor : Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here