Surabaya, Delikjatim.com – Dalam rangka mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur, maka Pemerintah harus memperhatikan perkembangan pelaku UMKM untuk naik kelas sehingga, diperlukan kebijakan khusus dalam memfasilitasi pengembangan dan pemberdayaan pelaku UMKM melalui program yang kompetibel.

Program dana bergulir dapat dijadikan salah satu alternatif/stimulus pembiayaan kepada masyarakat untuk mengurangi ketergantungan/entitas kredit informal/ilegal (renternir) yang dapat merugikan masyarakat.

Sasarannya, dana bergulir modal kerja atau investasi adalah masyarakat yang memenuhi syarat sebagai penduduk Jawa Timur yang berprofesi sebagai tenaga kerja atau pelaku usaha/enterpreneur yang berada pada level star up serta pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan Koperasi yang sudah feasible (layak) namun blm bankable.

Diharapkan program ini dapat meningkatkan kegiatan usaha agar sehat, produktif serta dapat berkembang dari penambahan modal pinjaman program ini, baik perorangan, badan usaha maupun badan hukum, kelompok maupun gabungan kelompok.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Biro Perekonomian Setda Jatim mengoptimalisasi dan secara rutin melakukan evaluasi dalam pelaksanaan dana bergulir di Jawa Timur.

Tujuannya adalah memperkuat modal kerja usaha agar semakin luas dan banyak bagi pelaku usaha yang terfasilitasi. Hal ini diungkapkan Plt. Kepala Biro Perekonomian Setda Jatim, Dr. Ir. Aris Mukiyono, MT. MM kepada media ini, Jum’at (20/8/2021).

Dalam rilisnya, Aris menyebutkan, ada 7 (tujuh) OPD (Organisasi Perangkat Daerah) pengelola dana bergulir dan 2 (dua) lembaga Perbankan sebagai penyalur kredit serta 1 (satu) Lembaga Penjamin Kredit yaitu Jamkrida jatim.

Kemudian, menurut nya, dana bergulir memiliki 7 program pembiayaan, yaitu, 1. Dana Bergulir yang Bersifat Umum, 2. Dana Bergulir APP, 3. Dana Bergulir yang Bersifat Khusus, 4. Dana Bergulir Hulu Hilir Agro Maritim/ Program Tanam Petik Olah Kemas Jual, 5. Dana Bergulir Program Pembiayaan Mikro dan 7. Dana Bergulir Program Kemitraan.

Dalam masa-masa pandemi covid-19 saat ini, Ia menambahkan, program tersebut cukup berguna untuk diakselerasi dalam rangka pemulihan ekonomi pada sektor mikro, kecil dan menengah.

“Potensi UMKM Jawa Timur sangat besar sehingga perlu langkah strategis dalam menjaga dan mempertahankan stabilitas pertumbuhan ekonomi, ini menjadi tantangan yang cukup signifikan apabila dapat diwujudkan dalam mendukung Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh,” tandasnya.(Red).

Editor : Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here