Nganjuk, Delikjatim.com – Forkopimda Kabupaten Nganjuk melalui Dinsos bidang Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P3A) deklarasikan program Ksatria Sosial, yang peruntukannya menangani Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) secara profesional terukur dan terarah.

Acara tersebut berlangsung di halaman Dinsos P3A Nganjuk pada Jumat (8/10/2021). Turut hadir di dalamnya Plt Bupati Nganjuk Marhaein Djumadi dan Kepala Dinsos P3A Kabupaten Nganjuk Nafhan Tohawi.

Pada saat itu Nafhan Tohawi menuturkan, peluncuran program Ksatria Sosial ini guna memberikan penanganan evakuasi terhadap warga miskin yang sakit, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), orang terlantar, pendampingan gepeng dan anjal, serta rehabilitasi PPKS ke panti, balai pelatihan, dan lain dan seterusnya.

Sementara itu, Plt Bupati Nganjuk Marhaein Djumadi menghimbau agar semua OPD di Kab. Nganjuk hendaknya terus berinovasi.

“Program Ksatria Sosial ini adalah salah satu dari inti pembangunan di Kab. Nganjuk, yang eksistensinya menekan laju angka kemiskinan. Ini merrupakan salah satu implementasi kepedulian Forkopimda kab. Nganjuk kepada PPKS,” pungkasnya.

Disamping itu, Relawan Taruna Siaga Bencana Dinsos Kab. Nganjuk turut hadir membantu proses penyerahan bansos kepada lansia, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), korban rumah roboh, KIS untuk anak jalanan, dan bantuan hibah PMI.

Dikonfirmasi media delikjatim bakdah sholat jum’at (8/10), Sugeng Winarto mewakili satgas taruna siaga bencana mengatakan, selain pemberian bansos, Dinsos P3A juga melangsungkan pernikahkan PPKS anak jalanan dengan gepeng.

“Ini fenomina Unik dan berjalan sakral” kata Sugeng.

Dua mempelai ini sebelumnya adalah PPKS yang terjaring razia dan ditampung di rumah singgah Dinsos P3A Nganjuk, dikisahkan Sugeng Winarto Koordinator Tagana Kab. Nganjuk.

“Selama ini hubungan mereka terlihat serius, yang kemudian menjadi dasar pembahasan banyak pihak dan disepakati untuk di nikahkan” lanjut Sugeng.

Dikabarkan bahwa, setelah disepakati oleh keluarga dan orang tua masing-masing pasangan maka pernikahan mereka pun dilangsungkan.

“Proses pernikahannya berjalan sakral. dalam prosesi ijab kabul tadi, yang jadi saksi pertama itu Plt Bupati Nganjuk dan saksi kedua Kepala Dinsos P3A Nganjuk. rangkaian prosesnya dikemas secara adat Jawa, pertemuan kembar mayang,” tutup Sugeng. (Syaiful).

Editor : Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here