Sampang, Delikjatim.com – Dinas Sosial Kabupaten Sampang gandeng satgas relawan binaannya mengggelar Tagana Masuk Sekolah (TMS) di SMP 1 Sampang pada Rabu (13/10/2021).

Pada kegiatan tersebut selain dari unsur relawan, Dinsos Kabupaten Sampang juga hadirkan dua pemateri lainnya dari unsur yang berbeda, yakni H.Moh. Imam Kasi Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sampang dan Farmadi dari LPBI NU Sampang, sementara dari unsur satgas Taruna Siaga Bencana sendiri hadirkan Robiatul Adawiyah.

Kegiatan tadi dibuka langsung oleh Kabid Linjamsos Kabupaten Sampang, tegas Kasi Linjamsos PSKBA Dinas Sosial Kab. Sampang Ali Imron (13/10).

Pasalnya, tiga pemateri yang dihadirkan pada giat TMS ini mengemban job edukasi yang berbeda.

“Tiga pemateri tadi yaitu Farmadi (LPBI NU Sampang) pemateri bidang peran serta masyarakat dalam upaya mengurangi dampak bencana, H.Moh Imam (BPBD sampang) paparkan tentang Manajemen kebencanaan, dan Robiatul Adawiyah (Tagana) sosialisasikan tentang Tagana dan mengedukasi siswa terkait Mitigasi bencana banjir dan gempa” diterangkan Imron.

Ali Imron menambahkan,”usai penyampaian materi TMS di ruang kelas, selanjutnya dilakukan simulasi Bencana Gempa Bumi di sekolah oleh Tagana Sampang”, pungkasnya.

Sementara Mulyadi mengatakan, kami siap hadir bersosialisasi mengedukasi publik terkait kebencanaan dan mitigasi.

“Kami ini relawan milik masyarakat, kami selalu siap siaga dan always ready membantu sesama, Tagana itu teman masyarakat” tegas koordinator tagana Sampang tersebut.

Sementara itu, Kabid Linjamsos Dinas Sosial Kab. Sampang Erwin Elmi Syahrial, ST, MT. membenarkan hal tersebut.

“Betul mas saya yang membuka kegiatan TMS tadi, dalam hal ini saya mewakili Pak Kadis karena beliau berhalangan hadir” tuturnya kepada wartawan Delikjatim (13/10).

Menurutnya, kegiatan TMS ini menyasar pendidikan tingkat SMP dan SMA yang ada di Kab. Sampang, dengan sistem kollektif.

“Dalam artian, beberapa sekolah kita ambil perwakilannya untuk menjaga jarak sebagaimana anjuran Prokes Covid-19, yakni fisikal distancing guna menghindari timbulnya klaster baru” jelasnya.

Disinggung berkaitan dengan jumlah sekolah yang sudah disasar kegiatannya Erwin mengatakan, TMS di start dari tanggal 23 September 2021.

“Jadi pada tahap pertama kami menyasar pendidikan tingkat SMA, dari SMA 1 hingga SMA 3, dan pada tahap ke dua ini pada tingkat SMP, dengan melibatkan SMPN 1 hingga SMPN 6, kuota peserta maksimal 40 peserta” ujarnya.

Pada pembukaan kegiatan TMS tersebut kabid Erwin menjelaskan bahwa, kegiatan tersebut dilakukan mengacu pada Surat Edaran Bersama (SEB) Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan Nomer 1 Tahun 2019, yang intinya pengenalan dini tentang kebencanaan dan mitigasi.

“Diharapkan, melalui kegiatan TMS ini para siswa dapat memahami dan mengerti apa itu gempa dan bagaimana penanganannya, sebagai bekal pengetahuan dini tentang kebencanaan dan mitigasi” terangnya.

“kami juga sedang membahas tentang rencana kegiatan simulasi yang lebih luas, agar hal ini tidak hanya dipahami para siswa saja, akan tetapi juga diketahui oleh masyarakat luas. Namun mengingat banyak faktor yang perlu kami pertimbangkan tentunya kami butuh waktu untuk merealisasikannya” ucap kabid Erwin Elmi Syahrial, ST, MT. di akhir wawancaranya.

Pihak yang terlibat dalam kegiatan ini DINSO P3A Kab. Sampang, BPBD, LPBI NU, Kepala Sekolah SMP Al Madani Sampang, Siswa SMP Al Madani Sampang 5 orang, SMP Al Irsyad Sampang 5 orang, SMP Al Haramain Sampang 5 orang, SMP Al Ma’arif Sampang 5 orang, SMP Sabilillah Sampang 5 orang, SMP Darus Syahid Sampang 5 orang, SMP Raudhatul Mutaallimin 5 orang dan guru pendamping serta TAGANA Kab. Sampang. (Syaiful).

Editor : Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here