pimnasmapan
satkobapolressby
mhusyairi
smru
kapolsekrungkut
kapolsekgubeng
Shadow

Pertama Di Surabaya, Dua Penyalahguna Narkoba Di Tuntut Rehabilitasi

  • Bagikan
banner 468x60

Surabaya, Delikjatim.com – Maraknya penyalahgunaan narkoba di Indonesia, bahkan tidak sedikit para penyalahguna yang mendapatkan hukuman pidana (penjara). Hal ini sangatlah kurang tepat yang mana penyalahguna merupakan orang sakit (kecanduan) obat-obatan terlarang.

Di Surabaya, 08 Desember 2021 ada sesuatu yang tak lazim bahkan baru terjadi pertama di Surabaya, dimana ada dua terdakwa yang di sidang secara online mendapatkan tuntutan yang sangat mengejutkan.

banner 336x280

Kali pertama jaksa penuntut umum memberikan tuntutan “rehabilitasi” kepada dua orang terdakwa penyalahguna narkotika. Perkara tersebut terdaftar dengan nomor 2439/Pid.sus/2021/PN sby .

Kedua terdakwa tersebut bernama Edi Rudyanto Bin Samsul Muarif (terdakwa I) dan M. Alfarisi Bin Suham (terdakwa II). Warga Surabaya ini berhasil ditangkap pihak kepolisian karena terbukti telah mengkonsumsi narkotika jenis sabu pada tanggal 07/09/2021.

Penangkapan kedua tersangka terjadi sekitar pukul 19.00 di depan Hotel Kemajuan, Jalan KH. Mansyur Surabaya.

Berdasarkan berita acara pemerikasaan No.LAB: 07669/NNF/2021, Jum’at 16/09/21 Laboratorium Forensik Cabang Surabaya yang dibuat dan ditanda-tangani oleh aboratorium Forensik Cabang Surabaya yang dibuat dan ditandatangani oleh IMAM MUKTI S.Si, Apt., M.Si, TITIN ERNAWATI S. Farm,Apt BERNARDATE PUTRI IRMA DALIA S.Si atas milik terdakwa.

Selain itu dari tangan kedua tersangka berhasil diamankan pula barang bukti berupa 1 (satu) kantong plastik berisikan kristal berwarna putih dengan berat netto kurang lebih 0,087 gram.

Selama menunggu putusan pengadilan Kedua tersangka telah menjalani hukuman pidana selama tiga bulan.

Sidang yang digelar mulai dari tanggal 15 November tersebut berhasil memberikan angin segar bagi kedua terdakwa, pasalnya Jaksa Penuntut Umum memberikan tuntutan empat bulan hukuman pidana dan tiga bulan rehabilitasi. Pembacaan tuntutan tersebut dia bacakan dalam persidangan Rabu (8/12/2021).

Sulfikar,SH selaku jaksa Penuntut Umum membenarkan bahwa dia telah memberikan dan membacakan tuntutan empat bulan pidana dan tiga bulan rehabilitasi.

“Tuntutannya adalah empat bulan pidana dan tiga bulan rehabilitasi sesuai dengan yang saya bacakan tadi”, ucap Sulfikar kepada wartawan Delikjatim.com

Masih Sulfikar, “ intinya kami melaksanakan Pedoman Jaksa Agung Republik Indonesia No.11 tahun 2021 tentang penanganan tindak pidana narkotika”. Imbuhnya.

Ketika disinggung mengenai kapan keputusan rehab bisa dilaksanakan, dia menjelaskan bahwa tinggal menunggu keputusan hakim.

“Jika keputusan hakim sudah keluar, mereka sudah bisa menjalankan rehabilitasi. Mereka kan sudah menjalani hukuman tiga bulan, tinggal tunggu satu bulan lagi, baru keluar untuk rehabilitasi”, tandasnya.

Sementara itu,di tempat terpisah Direktur Narkotika Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Dr. Darmawel Azwar, S. H, MH turut memberikan pendapatnya melalui sambungan telephon kepada wartawan.

“ Saya sangat senang, pertama kali ada tuntutan rehab di Surabaya dan semoga putusannya juga rehab. Sekarang ini mulai terlihat jaksa kami sudah memahami dan mengerti perlunya tuntutan rehab bagi penyalahguna sehingga diharapkan tidak hanya Kejari Surabaya yang melaksanakan tuntutan rehab tapi juga di Kabupaten atau kota lain di Jawa Timur”, ungkap Darmawel.

Darmawel juga mengajak para Jaksa dan jajarannya untuk menginplementasikan rehab sesuai dengan regulasi.

“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya utuk Kejati Jatim dan jajaran untuk implementasi rehab sesuai regulasi yang telah kami buat, ayo para jaksa tunjukkan klu kita adalah Dominus Litis”.

Usaha dan kerja keras Dir Narkotika terbayar sudah dengan dituntutnya seorang penyalahguna narkotika berupa rehabilitasi, sebab sebelum Dir Nark otika melakukan sosialisasi tentang rehab ke Jawa Timur, rehab adalah barang langka.

Roy Susanto Ketua Pimda Jatim MAPAN (Masyarakat Peduli Anti Narkoba) sangat mengapresiasi atas tuntutan jaksa penuntut umum atas pembacaan tuntutan rehabilitasi yang telah di bacakan.

“Alhamdulillah MAPAN yang mana telah mengawal dari proses TAT di BNNP sampai pada kejaksaan, dengan pembacaan tuntutan rehabilitasi tersebut MAPAN sangat mengapresi dan sangat menjunjung tinggi putusan JPU Zulfikar yang telah bijaksana dalam mengambil putusan rehabilitasi tersebut”. Terang Roy kepada awak media delikjatim.

“MAPAN juga mengucapkan terima kasih atas pihak-pihak yang telah membantu prose TAT sehingga penyalahguna narkoba bisa mendapatkan apa yang menjadi hak bagi penyalahguna yaitu rehabilitasi sesuai statement kepala kejaksaan Agung Bapak Burhanudin”. Pungkasnya.(Red)

Editor : Redaksi

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel terproteksi !!