Screenshot_2022-07-10-14-03-58-10_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7
Screenshot_2022-07-10-14-03-32-34_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7
Picsart_22-07-21_16-40-45-165
Shadow

Sugeng Tersangka Mafia Tanah Di Sidoarjo Ditahan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur

I Ketut Suradana, SH, MH Penasehat Hukum Pelapor
banner 468x60

Sidoarjo, Delikjatim.com – Tersangka Dalam Kasus mafia tanah di Sidoarjo kini memasuki babak baru. Pasalnya Kejaksaan Tinggi Jawa timur melakukan penahanan terhadap Sugeng Mulyanto warga Sawotratap yang ditetapkan sebagai tersangka.

Penahanan tersangka oleh Kejati Jatim, usai adanya pelimpahan tahap II dari penyidik Ditreskrimum Polda Jatim.

Sugeng dilaporkan oleh warga sekitar pada 20 Mei 2021 yang lalu di Polda Jatim.

Dalam keterangan Kasipenkum Kejati Jatim, Fathur menjelaskan jika tersangka disangkakan dengan Pasal 263 ayat (1) KUHP atau Pasal 263 ayat (2) KUHP tentang pemalsuan surat.

“Ancaman hukumannya maksimal 6 tahun penjara,” tandas Fathur Rohman.

Menanggapi penahanan terhadap tersangka, Penasihat Hukum pelapor, I Ketut Suardana SH,.MH mengapresiasi tindakan dari pihak penyidik Polda Jatim, maupun dengan pihak Kejati Jatim yang sudah bertindak dengan cepat.

Selain itu, Ketut mengaku jika kabar penahanan terhadap tersangka sudah sampai di telinga warga Sawotratap.

“Warga sudah membentuk forum untuk mengawal kasus ini, dan akan meminta peran kepada Kejari Sidoarjo untuk terus mengawal kasus ini,” jelasnya.

Ketut juga menerangkan jika nantinya warga berharap akan ada tersangka lain yang bisa diseret untuk dimintai pertanggungjawaban.

“Warga berharap ini akan ada pengembangan, dan nantinya akan muncul nama lain,” katanya.

Diketahui kasus ini sejatinya bermula dari laporan Bambang Priyo Santoso Kusomo, Warga Sawotratap dengan tanda bukti lapor Nomer: TBL–B/303/V/RES 1.2./2021/UM/SPKT Polda Jatim, tanggal 21 Mei 2021.

Dalam laporannya, tersangka M Sugeng Mulyanto disebut telah memalsukan surat keterangan jual beli tanah seluas kurang lebih 1.859 meter persegi yang seolah-olah telah dibelinya dari mertua saksi pelapor yakni Asmono Bin Slikah pada 20 April 1997, padahal mertua dari saksi pelapor telah meninggal dunia pada tahun 1992.

Diakhir Wawancara I Ketut Suradana, SH, MH berharap Agar kejaksaan Dalam Pemeriksaan Terdakwa Dapat mengungkap peran dari kepala desa, sebab masih ada 7 ancer yang sedang Didaftarkan Ke BPN.

banner 336x280
120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel terproteksi !!