20230111_185931
IMG-20231009-WA0001
Shadow

2 Kasus Mafia Tanah Ungkap Polres Pamekasan, Ini Modusnya.

120x600
banner 468x60

Pamekasan, Madura
Satgas Mafia Tanah Jawa Timur (Jatim) menangkap dua tersangka diantaranya terlampir sendiri berinisial B (57) dan Mantan Lurah Gladak Anyar Berinisial L.

Kami Sebagai masyarakat Pamekasan Wabil Khusus selaku pelapor, atas perkara tindak pidana diduga adanya mafia tanah di Pamekasan. Kami sangat mendukung dan mengapresiasi sekali serta bangga atas kinerja polres Pamekasan yg mana telah mengungkap kasus mafia tanah ini.

Karena SHM tersebut diduga bermasalah. Adanya kasus tumpang tindih dengan SHM 1817 yang terbit lebih dahulu yaitu 1999 milik korban. Kami berharap semoga akan ada lebih banyak lagi tersangka mafia tanah yang terungkap di Kabupaten Pamekasan ini hingga ke akar-akarnya.

Sesuai dengan laporan yang sudah dibuat dan sesuai dengan surat yang sudah dikeluarkan oleh SP2HP bahwasannya
Polres Pamekasan telah berhasil menangkap dua tersangka. Yakni B (57) warga Desa Panempan, dan S (51) warga Tlanakan Pamekasan.

Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto mengatakan, pihaknya terus berupaya memberantas mafia tanah. Polda Jatim tidak pandang bulu untuk menindak tegas pelaku mafia tanah.

“Karena memang itu merugikan masyarakat terlebih yang memiliki tanah aslinya,” katanya saat menerima kunjungan dari Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Mapolda Jatim, Minggu (24/3/2024).

Pria yang akrab disapa AHY itu mengatakan sejak dilantik 21 Februari 2024 lalu, langsung menggenjot kinerja dengan menyelesaikan sengketa tanah yang ada di Indonesia. Menurutnya, aksi mafia tanah tak hanya menyengsarakan rakyat, tapi juga merugikan negara.

Modusnya pun serupa dengan kasus di Banyuwangi, yaitu menggunakan dokumen palsu milik korban, untuk mengajukan permohonan SHM ke Kantah Pamekasan. Lalu, terbit SHM atas nama korban. Ketiganya langsung menjual tanah itu kepada orang lain setelah SHM atas nama korban menjadi milik S.

Akibat ulahnya itu, ketiganya dikenakan pasal 385 ayah (1e) KUHP Juncto pasal 55 KUHP. Mereka terancam hukuman kurungan pidana selama 4 tahun penjara.

Redaksi.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel terproteksi !!