Bangkalan, Delikjatim.com – Cerita Abdul Mannan, Dabung Geger, Bawa Jenazah Anak Gunakan Motor Tengah Malam, Mirisnya pihak rumah sakit tawari Rp 80 Juta agar tidak lapor….
Kisah pilu dialami Abdul Mannan bersama istrinya saat merawat bayinya di RSUD Syamrabu Bangkalan. Buah hati yang masih berumur satu bulan dua hari itu dinyatakan meninggal dunia.
Parahnya, akibat tidak mampu membayar sewa ambulan sebesar Rp 2,7 juta. Ia bersama istrinya terpaksa membawa jenazah anaknya dengan cara digendong menggunakan sepeda motor pada tengah malam sekira pukul 02:00 WIB.
Mulanya, Abdul Mannan membawa bayinya ke Puskesmas Tongguh Arosbaya pada 16 Oktober lalu karena sakit. Namun kondisi terus memburuk sehingga dirujuk ke RSUD Syamrabu Bangkalan.
Sesampai di rumah sakit plat merah itu bayi tersebut langsung masuk ke UGD. Kemudian dirawat intensif di ICU dengan alat bantu jantung. Dengan bantuan alat itu Mannan harus membayar sejumlah uang sebesar Rp 3,5 juta.
Karena tidak memiliki kartu indonesia sehat (KIS) maupun BPJS, ia terdaftar sebagai pasien mandiri. Malangnya, bayi tersebut menghembuskan nafas terakhir pada pukul 23.00 WIB.
Mirisnya, saat orangtua jenazah bayi menyampaikan kondisi ekonominya ke petugas rumah sakit malah menyarankan membawa jenazah dengan menggunakan sepeda motor yang dibawanya. Padahal saat itu sudah larut malam.
Terpaksa, usai meminta surat kematian dari RSUD Syamrabu, dirinya bersama istri menggendong jenazah bayinya itu sampai kerumahnya.
“Dalam kondisi berkabung, tiba-tiba ada orang yang mengatasnamakan utusan RSUD mau ngasih uang agar tidak melaporkan apa yang dialaminya,” jelas Abdul Mannan saat mengikuti aksi demonstrasi bersama Pemuda Madura Bersatu (PMB) Jumat (06/11).
Abdul Mannan mengaku, utusan RSUD itu bahkan ingin membedah rumahnya dan memberikan uang untuk mengisi perabotan rumahnya.
Abdul Mannan menolak pemberian itu, dia bahkan mengatakan nyawa anaknya tidak bisa dibeli dengan uang.
“Uang tidak bisa mengembalikan anak saya, Meski kami orang miskin, saya masih punya harga diri,” terangnya.
Menendengar keluhan itu, Direktur RSUD Syamrabu Nunuk Kristiani akan segera melihat data pasien dan dokter yang menangani anak dari Abdul Mannan.
Pihaknya juga membantah jika pasca meninggalnya anak Abdul Mannan, dirinya tidak pernah mengutus siapapun untuk membujuk keluarganya.
“Tolong cari orangnya, kami tidak pernah mengutus siapapun untuk membujuk keluarga yang bersangkutan,” terangnya.(Ibed)
Editor : Redaksi
















