Majene, Delikjatim.com – Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah pusat dan daerah untuk meringankan beban para korban bencana alam gempa yang terjadi di Mamuju dan Majene Sulawesi Barat, Selasa (26/01/’21).
Tidak cukup hanya dengan membuat hunian sementara atau shelter bagi para korban. pemerintah dalam hal ini Kemsos RI lewat koordinasi dengan Dinsos provinsi dan daerah setempat juga menjamin kebutuhan pengungsi serta melayani dan mendampingi mereka guna memberi rasa nyaman aman dan bermartabat.
Salah satu kegiatan layanan dukungan dan psikologi (LDP) yang dilakukan pelopor perdamaian (PORDAM) utusan Direktorat Linjamsos PSKBS Kemsos RI di shelter pengungsi adalah menyuguhkan kegiatan Psikososial pada anak-anak.
Berkenaan dengan hal tersebut Twi Adi petugas LDP Pordam menjelaskan, jadi untuk lokasi dukungan psikologi anak itu sendiri masih d shelter Sulai kec Ulumanda Majene dengan menggunakan ruang terbuka sebelah balai desa .
Materi yang disampaikan tentunya tidak terlepas dari kebutuhan dunia anak, kita tahu bahwa dunia anak adalah bermain, selain itu juga diajari menggambar bebas atau ditawarkan maunya apa, intinya mereka terhibur dan lupa peristiwa, dengan memberikan area bermain dan belajar ini juga akan membantu menurunkan tingkat ketakutan anak-anak, jelas Twi ketika diwawancara media (selasa,26/01/’21) .
Kegiatan tersebut bertujuan mengembalikan semangat belajar dan keceriaan pada anak yang tinggal di shelter kemensos, selain bermain dan menggambar anak-anak juga diajari menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempat sampah .
Yang menjadi kendala selama ini pada bahasa lanjut Twi, anak-anak sering menggunakan bahasa daerah yang terkadang saya kurang memahami. Namun Alhamdulillah kondisi medis mereka tidak ada masalah, psikis nya baik cuma masih tidak berani pulang ke rumah, wajar karena semua juga mengalami ketakutan yang sama, Pungkas Twi (Syaiful)
Editor : Redaksi
















