Surabaya, Delikjatim.com – Adanya musibah virus corona yang melanda negara indonesia yang sudah berjalan hampir dua tahun dan membuat kehidupan kami pekerja seni sulit bekerja karena adanya kebijakan pemerintah terkait larangan bagi kami pekerja seni dan PKL BAZAR dalam bekerja dan bekarya.
Hal tersebut membuat perekonomian para pekerja seni dan PKL khususnya di hadapkan pada dua pilihan pahit, pertama mati karena corona atau mati kelaparan.
sedangkan beberapa program bantuan langsung tunai sebesar 1 jt untuk pekerja seni dan 1,2 jt untuk UMKM yang di jalankan oleh pemerintah melalui Dirjen Kebudayaan dan Kementerian Pendidikan Dan kebudayaan belum pernah sekali didapat .
“Kami aliansi pekerja seni dan PKL Jawa timur menuntut agar Presiden Joko widodo mengevaluasi kinerja Dirjen Kebudayaan terkait mekanisme penyaluran bantuan tersebut dan mengkaji kembali system pendaftaran penerima bantuan yang sanggat menyulitkan kami”.
Kami akan melakukan aksi mogok makan sampai tuntutan kami bisa di kabulkan, Akan Tetapi dari pihak kepolisian menfasilitasi untuk audensi bersama ibu gubernur Jawa Timur.
Namun Para aliansi pekerja seni dan PKL yang hadir audensi di kantor gubernuran hari ini 13/8/2021 tidak ditemui langsung oleh ibu gubernur Khofifah Indar Parawansa, dan hasil dari audensi tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh para pekerja seni dan PKL hari ini.
Maka salah satu dari pihak kami melakukan orasi di dalam gedung gubernuran dan menyanyikan lagu “IBU PERTIWI ” yang diperankan oleh pak Yanto banteng. Beliau melakukan orasi tersebut dikarenakan kekecawaan akan peraturan-peraturan tutur beliau di awak media delikjatim.com.
Harapan pelaku seni dan PKL hanya ingin di perlakuan adil akan BLT yang diturunkan kepada kami harus tepat sasaran. Tutur salah satu perwakilan dari perwakilan seniman surabaya kepada awak media.( Zainal ).
Editor : Redaksi
















