Madiun, Delikjatim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun melalui Dinsos Kota Madiun mengadakan rakor terkait rencana penyaluran bantuan untuk masyarakat di masa pandemi covid-19 berupa Bantuan Langsung Tunai Daerah (BLTD), di Aula rapat Dinsos kota Madiun, Jumat (03/9/2021).
Dalam hal ini setidaknya ada 5.565 keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang pencairannya melalui bank BNI 46, terkait pelaksanaannya dilapangan akan diatur oleh Dinas Sosial PPPA Kota Madiun.
Dalam Rakor kali ini, Kadinsos PPPA Kota Madiun Heri Suwartono S.Sos. M.Si mengundang pilar pilar sosial seperti taruna siaga bencana (Tagana), TKSK dan PKH, guna membahas persiapan pelaksanaan Penyaluran BLTD Kota Madiun Tahun ini.
Hadir sebagai pimpinan rakor, Kepala bidang rehabilitasi sosial (Kabid Rehabsos) Rita Susanti S.Sos. M.Si
Menurutnya, Tim yang terlibat pada rakor ini disebut sebagai Tim Monev (Monitoring dan Evaluasi), yang rencananya akan digelar dalam dua tahap.
“Monev tahap pertama adalah pada saat verifikasi dan pembagian buku tabungan serta kartu ATM dari pihak Bank kepada KPM, yang nantinya akan dilaksanakan di kelurahan masing masing, sedangkan Monev tahap dua akan melakukan evaluasi melalui sampling pelaksanaan BLTD, dengan mengadakan wawancara kepada KPM melalui panduan yang akan kami sediakan” terang Rita.
“Penerima BLTD adalah warga kota madiun yang namanya belum tercantum di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos. masing masing KPM nantinya akan menerima Rp. 200 ribu per bulan dengan alokasi terhitung sejak Juli hingga Desember 2021, dan pencairannya langsung masuk ke rekening masing masing KPM” Imbuhnya.
Handoko Tagana setempat dalam konfirmasinya mengatakan, kegiatan ini akan di start pada hari Senin (06/9/2021)
“Tagana bersama pilar sosial lainnya seperti TKSK dan PKH, selain membantu dalam proses Monev, juga akan memberikan pendampingan dan arahan kepada KPM selama proses berlangsung” tegas Handoko.
Handoko berharap, melalui program ini masyarakat dapat terbantu dalam menyambung ekonomi keluarganya dan tidak ada yang kesusahan. (Syaiful).
Editor : Redaksi
















