SUMENEP, Delikjatim.com – Satuan Tugas Taruna Siaga Bencana kecamatan Sapeken terlibat proses pencarian korban nelayan lokal tersambar petir di perairan laut Sapeken Kabupaten Sumenep pada Minggu, (14/11/2021).
Pasalnya, pada hari Minggu tanggal 14 November 2021 sekira pukul 05.30 wib korban berangkat dari rumahnya berniat mencari ikan/gurita dengan cara memancing di perairan laut Sapeken menggunakan perahu tradisional bersama temannya atas nama APRIYADI (saksi), warga Dusun Kota Raya, RT/RW 001/001, Da. Sapeken, Kecamatan Sapeken Kabupaten Sumenep, dengan perahu yang berbeda.
Kepada media, Herman relawan kecamatan Sapeken yang andil dalam pencarian korban sedari awal mengatakan, lokasi kejadian diperkirakan berjarak lk 1,5 mil dari bibir pantai, Senin (15/11/2021).
“Kemaren kami bersama pihak Syahbandar, Koramil serta masyarakat nelayan melakukan pencarian dengan menyisir titik lokasi yang diperkirakan tempat kejadian korban tersambar petir, tapi hasilnya nihil” terang Herman.
Kaena cuaca semakin memburuk dan waktu mulai gelap maka pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan hari ini, ungkap Herman Tagana kecamatan Sapeken Sumenep.
“Hasil pencarian kemaren Minggu (14/11) sekitar pukul 15.30 Wib jasad korban dan sampannya (perahu tradisional) masih belum diketemukan, proses pencarian dihentikan sementara karena cuaca semakin buruk (angin disertai hujan)” pungkasnya.
Korban diketahui bernama Supriyadi. Dari kartu identitasnya korban merupakan warga Kamp Kota, tepatnya di RT/RW 001/003, Desa Sapeken Kecamatan Sapeken Kabupaten Sumenep, kelahiran 10 Desember 1990.
Selanjutnya menurut keterangan saksi, sekira pukul 09.30 wib di karenakan cuaca buruk korban bersama saksi berniat pulang, dalam perjalanan pulang tiba-tiba perahu korban disambar petir. Apriyadi (saksi) sempat pingsan terkena imbas sambaran petir tersebut karena jarak antara keduanya terbilang cukup dekat, sekira 7 meter.
Abdul Malik koordinator Tagana kabupaten Sumenep membenarkan bahwa anggotanya tagana kecamatan Sapeken terlibat proses pertolongan dan pencarian korban.
Dari kejadian tersebut Abdul Malik menghimbau, berkaitan dengan LA NINA hendaklah masyarakat berhati hati dan waspada dalam beraktifitas, karena curah hujan yg tinggi, disertai angin dan petir, terutama bagi nelayan.
“Kepada semua anggota Tagana terutama di daerah pesisir, saya arahkan agar ikut serta dalam pencarian korban, serta mengedukasi dan sosialisasikan kepada masyarakat akan dampak Perubahan iklim dan la nina, untuk berhati-hati dan yang paling utama jangan lupa berdoa” tutur orang nomer satu di satgas Tagana Kabupaten Sumenep ini.
Hingga berita ini di rilis, petugas gabungan yang melibatkan pihak Forkopimka dan Dishub Syahbandar dan relawan Tagana terus melakuan upaya pencarian korban dengan mengerahkan armada speedboat Syahbandar, dibantu para nelayan lokal dengan menggunakan perahu nelayan. (Syaiful)
















