banner 728x90

Sinergitas YKMS-ACT-MRI-UNIPA Gelar Tanam Metode Vertikultur Serentak Senusantara

banner 468x60

Surabaya, Delikjatim.com – Guna menciptakan minat bercocok tanam di daerah perkotaan, Yayasan Karya Muda Sejahtera (YKMS) bersinergi dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dan Universitas PGRI Adi Buana (UNIPA) menggelar “Gerakan Tanam Serentak Menggunakan Metode Vertikultur Se-nusantara” bertempat di UNIPA Surabaya secara Hybrid, Minggu (30/01/2022).

banner 336x280

Tampak hadir perwakilan dari Cak dan Ning Surabaya, beberapa awak media dan diikuti beberapa kota dan kabupaten menanam serentak se-nusantara secara online yakni di wilayah Surabaya, Sidoarjo, Madiun, Bangkalan, Gresik, Sumenep, Sumedang, Nganjuk, Pacitan, Yogyakarta, Jakarta, Jember, Bali, Kabupaten Magelang, Ambon, Makassar, Kabupaten Karanganyar, Banjarnegara, dan Sukabumi.

Ketua Yayasan Karya Muda Sejahtera, Arief Prayogo, S.Sos menjelaskan, dikota besar seperti Surabaya sangat sulit mendapatkan lahan yang luas untuk bercocok tanam. Oleh sebab itulah kami ingin mengedukasi dan menginspirasi warga masyarakat perkotaan untuk bertanam menggunakan media vertikultur.

“Dengan diselenggarakannya kegiatan seperti ini, kami ingin mengajak masyarakat perkotaan untuk bisa memanfaatkan lahan sela untuk bertanam, selain akan ada sirkulasi udara yang masuk, juga bisa menjadikan ketahanan pangan untuk keluarga”, papar Arief.

Lanjut Arief, gerakan menanam dengan menggunakan metode pot vertikultur ini digelar diberbagai kota dan kabupaten se-nusantara secara serentak untuk hari ini.

“Kegiatan ini adalah puncaknya, dimana sebelumnya kami juga mengadakan kegiatan untuk pelatihan cara membuat pot verti, menanam, sampai memanennya”, tutup Arief.

Ditempat yang sama, Kaprodi Pendidikan Seni Rupa UNIPA, Tantra Sakre, S.Sn., M.Pd memaparkan, ketika pertama kalinya diajak kolaborasi dari teman-teman YKMS, ACT, dan MRI, pihaknya merasa bahwa program tersebut sangatlah baik walau tidak ada hubungan secara langsung lingkungan dengan seni rupa, namun teman-teman seni rupa bisa membantu memberikan nilai estetika lebih kepada pot verti tersebut.

“Kami dari kampus UNIPA memang sangat memberikan perhatian terhadap isu-isu sosial kemudian juga isu lingkungan seperti kurangnya lahan untuk bercocok tanam terutama di perkotaan. Saya melihat solusi yang ditawarkan teman-teman ini sangat bagus dan bisa memberikan solusi alternatif pot verti yang tidak memakan lahan terlalu banyak dibandingkan hidroponik yang masih horizontal”, ungkap Tantra.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan seperti ini, menanam menggunakan media pot verti dapat menjadi pilot project kedepannya untuk dikembangkan di warga sekitar lingkungan kampus kemudian warga masyarakat kota Surabaya pada umumnya”, harap Tantra.

Sementara itu, pembina YKMS yang juga merupakan ketua Komunitas Muda-Mudi Surabaya (KMS) Zubaidullah sekaligus menginiasi metode pot verti, menambahkan, ada beberapa program kerja KMS yang mana diantaranya :
Urban Farming meliputi :

  1. Edukasi tentang bertanam, memanfaatkan lahan sela dengan metode Vertikultur, Polybag, Hydroponik.
  2. Pelatihan pembuatan Pot Verti. 3. Pelatihan menanam dengan menggunakan pot verti.
  3. Pendampingan hydroponik.
  4. Menjual hasil tanaman sayur kepada masyarakat sebagai bentuk sosiopreneur.
  5. Menggandeng lembaga maupun instansi untuk mengoptimalkan program urban farming di kampung-kampung.
  6. Membuat taman kemandirian pangan.

Olah Limbah meliputi :

  1. Olah Limbah Jelantah.
  2. Olah Limbah Popok bekas.
  3. Olah Limbah Rumah Tangga.
  4. Pelatihan dan Pendampingan.
  5. Sosiopreneur menjual hasil olahan limbah.
  6. Olah limbah bata ringan.
  7. Membuat produk Pot Relief.

Pusaka meliputi :

  1. Mengangkat potensi kearifan lokal kampung menjadi salah satu tempat wisata yang bernuansa edukasi.
  2. Melakukan pendampingan dan pelatihan.
  3. Dua kampung yg siap di promosikan menjadi kampung wisata edukasi (kampung Telang, Kampung Verti).

“Kami sampaikan banyak terima kasih kepada teman-teman dari MRI mas Lang Lang Imam Aminuddin, ACT mas Ivan Indra Jaya, dari Cak dan Ning Surabaya ada cak Hilmi Amanullah, ning Dona Bulan, ning Amelia Dwi Lestari dan semuanya yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu atas dukungan dan bantuannya sehingga kegiatan Gerakan Tanam Serentak Menggunakan Metode Vertikultur Se-nusantara dapat terlaksana dengan lancar dan sukses”, tutup Zubaidullah. (Yuda).

Editor : Redaksi

banner 336x280
banner 728x90
error: Artikel terproteksi !!
Exit mobile version