Gresik, Delikjatim.com – Secara merata, wilayah Mojokerto hingga Gresik diguyur hujan dengan intensitas sedang sejak Rabu, (9/02/2022). Akibatnya, debit air Kali Lamong mengalami overcapasity dan meluber.
Mengetahui hal itu, Dinas Sosial kabupaten Gresik terjunkan satuan tugas kebencanaan Tagana ke sejumlah titik terdampak, Kamis (10/02/2022).
Koordinator Tagana Dinsos kabupaten Gresik Bambang menerangkan, pihaknya bersama Dinas Sosial Kabupaten Gresik sedari pagi (10/2) menjelajahi kawasan terdampak.
Dikatakan Bambang, sejumlah Desa di dua kecamatan, yakni Kecamatan Benjeng dan Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik terkepung banjir dengan ketinggian air yang bervariasi.
“Kami beserta pihak Dinas turun ke lokasi melakukan kaji cepat assesmen dan pemantauan perkembangan” terang Bambang.
Lanjut Bambang, dari hasil assesmen sementara ini, di ketahui ketinggian air secara keseluruhan dalam kisaran antara 20 cm terendah hingga 70 cm tinggi maksimalnya.
Disoal terkait jumlah rumah terdampak Bambang menjelaskan, di Kecamatan Benjeng ada dua Desa yang terdampak, dan di kecamatan Balongpanggang sendiri tiga Desa terkepung air.
“Untuk kecamatan Benjeng Desa Sedapurklagen ketinggian air rata-rata 30 cm ampai 1,5 M, ini yang merendam jalan poros desa hingga radius 400 M, dan di jalan lingkungan terendam hingga sejauh 1200 M, Persawaha yang terendam sekitar 65 Ha, kemudian ada 200 rumah yang turut tergenang” jelas Bambang kepada Tim Media.
Selain Desa tersebut diatas, ada pula Desa lainnya yang turut terdampak, yaitu Desa Deliksumber dengan tinggi air mencapai 30 cm hingga 60 cm, 390 rumah, jalan poros dan lingkungan sepanjang 3500 m dan persawahan seluas 110 ha terdampak genangan air, selebihnya ada fasum gedung sekolah dasar, kantor balai Dusun dan musholah serta masjid turut terendam.
“Untuk Kecamatan Balong Panggang itu ada tiga Desa yang terdampak, yaitu Desa Pocong, Desa Karangsemanding dan Desa Wotan sari dengan ketinggian air rata-rata 20 cm sampai 70 cm” pungkasnya.
Hingga berita ini di rilis, sejumlah relawan tagana Dinsos Kabupaten Gresik terlihat aktif melakukan monitoring perkembangan sembari koordinasi dan sambung komunikasi dengan sejumlah pihak.
Dari Shelter Jl. Raya Barat Pasar Cerme Lor No. 15, Elsha Rizkiyah KS petugas Posko Tagana Kabupaten Gresik mengatakan, beberapa anggota tagana terus melakukan pantauan (monitoring) perkembangan banjir di sejumlah titik terdampak.
Selanjutnya jelas Elsha, progres hasil pemantauan perkembangan akan terus di update dan di laporkan secara kontinyu, sebagai acuan pertimbangan penanganan lebih lanjut.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik dr. Ummi Khoiroh M Kes menegaskan, pihaknya sudah perintahkan Tagana melakukan prepare pembukaan layanan Dapur Umum di Kecamatan Benjeng.
“Sejak pagi tadi pihak kami bersama kawan-kawan Tagana telah melihat dan menyisir lokasi terdampak. Maka atas pertimbangan perkembangan kondisi di lapangan saya instruksikan teman-teman tagana melakukan prepre pembukaan layanan DU di kecamatan Benjeng” tutur Umi.
Menurut Umi, pagelaran layanan dapur umum (DU) ini guna pemenuhan kebutuhan makan pagi masyarakat terdampak.
Umi mengatakan, belum dapat dipastikan berapa jumlah makan yang akan di produksi, namun pihaknya sedang mempersiapkan kebutuhan sarana dan prasarana DU.
“Kami belum dapat pastikan berapa yang akan di produksi teman-teman tagana nanti, karena proses pendataan masih berlangsung. Sementara itu berjalan, malam ini kami juga tengah mempersiapkan bahan dan logistik kebutuhan DU. Progres kegiatannya nanti saya hubungi sampean lagi” jelas Umi dalam wawancaranya by phone (10/2/’22) pukul 20.40 Wib.
Sementara Penyuluh Sosial (Bencana Alam dan Bencana Sosial) Sunartiningsih, S.Pd MM mengaku salut atas semangat tagana.
“Kami bangga pada semangat tagana. Semoga mereka selalu diberi kesehatan dan kesabaran dalam menjalankan tugasnya” ungkapnya.
















