Sumenep, Delikjatim.com – Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, didampingi pilar sosial taruna siaga bencana (Tagana) sambangi keluarga korban hanyut, di Dusun Panggulan RT 005 RW 002, Kebundadap Timur Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep.
Pada hari Sabtu (19/03/2022) telah terjadi banjir hebat setelah di guyur hujan deras plus angin kencang di Kecamatan Saronggi kabupaten Sumenep. Akibatnya, seorang anak perempuan dinyatakan hanyut terseret arus.
Diketahui, korban hanyut atas nama Fidya Talitatus Shofiyah (8 Tahun), puteri sematawayang Moh Halili (1989) dan Yuliana Sari (1990), warga Dusun Panggulan RT 005 RW 002, Kebundadap Timur Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep.
Korban dinyatakan hilang (hanyut) sejak kemaren sore (19/03) sekira pukul 16.00 Wib.
Pencarian korban oleh Tim gabungan yang melibatkan Basarnas, Bpbd, Damkar, Jajaran Forkopimka setempat, Pemdes, Dinsos dan Tagana Sumenep, sejak kemaren sore (19/03) hingga hari ini (20/03), terus dilakukan.
Hari ini, Minggu (20/03/2022), Dinas Sosial Kabupaten Sumenep melalui Penyuluh Sosial Bencana Alam Bidang perlindungan dan jaminan sosial (Linjamsos) Dinas Sosial kabupaten Sumenep, Mardiana SE MSi didampingi Tagana, berempati dengan mengunjungi keluarga korban.
Kepada media Mardiana menuturkan, bahwa dirinya mendapat laporan kejadian nahas tersebut pada Sabtu kemaren sekira pukul 16.00 Wib, dari anggota tagana yang aktif bersinergi dalam proses pencarian korban di lokasi.
“Proses pencarian oleh tim gabungan dilakukan sejak kemaren, namun sampai saat ini belum membuahkan hasil” tutur Mardiana.
Ia melanjutkan, hari ini baju dan kerudung yang di gunakan korban di ketemukan oleh pihak keluarga korban.
Diakhir wawancaranya Mardiana mengatakan, “Mohon sambungan do’a atas nama nanda Talita Binti Halili semoga cepat ketemu” harapnya.
Sementara itu, anggota Tagana yang juga ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Saronggi, H Atmoyono menjelaskan secara singkat kronologis kejadiannya. Menurut Atmoyono, tempat kejadiannya tepat di Sungai Perbatasan antara Desa Kedatim dengan Desa Kedabar kecamatan Saronggi.
“Talita (panggilan korban / 8 Thn), anak Perempuan dari Halili (bapak korban) dan Yuliana (ibu korban), adalah warga Dusun Panggulan Desa Kedatim kecamatan Saronggi. sepulangnya dari mengaji yang dijemput Neneknya atas nama Sana, diduga jatuh terseret, karena luapan air sungai kala itu melebih tanggul sungai” jelas Atmoyono (20/03).
Kata Atmoyono, pencarian yang dilakukan dari kemaren sore, dilanjutkan tadi pagi hingga petang ini hasilnya masih nihil.
“Kami tagana serta tim lainnya telah melakukan penyisiran sepanjang perairan Sungai Saroka kecamatan Saronggi, memeriksa dan membongkar tumpukan plastik dan sampah hanyut yang dicurigai adanya keberadaan korban, hingga menurunkan alat berat, namun masih belum membuahkan kabar baik” pungkasnya.
















