Gresik, Delikjatim.com – Meluapnya sungai Brantas sejak Kamis (10/03) mengakibatkan beberapa Desa di kabupaten Gresik mengalami banjir.
Mengetahui hal tersebut, Dinas Sosial kabupaten Gresik mengerahkan satuan tugas taruna siaga bencana (Tagana) untuk melakukan assesmen pendataan dampak yang ditimbulkan.
Dari hasil monitoring dan assesmen Tagana diketahui ada beberapa Desa terdampak yang membutuhkan perhatian pihak-pihak terkait.
Setelah dilakukan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, Dinas Sosial kabupaten Gresik bergegas menindak lanjuti tugas dan fugsinya (Tusi) dengan membuka layanan Dapur Umum, guna memberikan pelayanan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Melalui sambungan telpon selluler, Sunartiningsih SPd MM Penyuluh Sosial Dinsos Gresik menuturkan bahwa, pihaknya sedang prepare ke lokasi bencana untuk membuka DU.
“Sekarang Tagana gresik persiapan meluncur ke Desa Bambe mas” tutur Ning (sapaan karibnya) disela-sela kesibukannya turut melakukn persiapan kelengkapan sarpas Dapur Umum bersama Tagana.
Disampaikan pula bahwa, banjir tersebut membatasi gerak rutinitas warga terdampak.
“Data yang kami terima hingga saat ini, untuk Dusun Bambe dan Dusun Ngambar Driyorejo, ada sekitar 963 jiwa terdampak” Ning menambahkan.
Banjir akibat luapan Sungai Brantas tersebut mengepung beberapa Desa yang ada di kecamatan Driyorejo, diantaranya Desa Bambe, Karanglo, dan Desa Krikilan.
Kepada tim media, koordinator tagana kabupaten Gresik Bambang menerangkan, lokasi dapur umum akan ditempatkan di Gedung Serba Guna Desa Bambe.
“Dari hasil koordinasi dan survey lokasi maka, dapur umum akan di tempatkan di Gedung Serba Guna yang ada di Desa Bambe” terang Bambang.
Direncanakan dapur umum Tagana Dinsos Gresik akan memberikan pelayanan kebutuhan dasar kepada masyarakat terdampak dua kali sehari, untuk makan pagi dan sore.
“Kami akan memproduksi makan bagi warga terdampak dua kali sehari, sekali produksi 1000 bungkus,” tandas Bambang. (Syaiful).
Editor : Redaksi
















