Jombang, Delikjaim.com – Sejumlah lokasi di Kabupaten Jombang dinyatakan terisolasi oleh banjir sejak Kamis (10/03). Guna membantu masyarakat terdampak, Dinas Sosial setempat melalui satuan kerja Tagana dan relawan kampung siaga bencana (KSB) menggelar dapur umum (DU).
Bencana banjir yang menerjang beberapa tempat di kabupaten Jombang ini disebabkan turunnya hujan deras di daerah hulu sejak Kamis (10/03) dari pukul 14.00 wib hingga 19.30 wib. Hal ini mengakibatkan aliran sungai Pancir dan Patak Banteng mengalami kenaikan debit air (Over capacity), setelahnya, pada pukul 19.00 WIB air mulai menerobos ke pemukiman warga.
Dari hasil assesmen tagana dan KSB setempat di ketahui beberapa titik lokasi terparah yang terkepung banjir, diantaarnya Dusun Kademangan yang meliputi RT 01, 02, 03 RW 01, dan RT 01, 02, 03 Rw 02, dengan ketinggian air mencapai 30cm hingga 120 cm. Jumlah Korban terdampak di lokasi ini sebanyak 740 jiwa dari 180 kk.
Sementara di tempat lainnya yaitu Dusun Kebondalem RT 02, 03, 04, 05 RW 03. dan RT 01, 02 RW 04, ketinggian air 30cm hingga 2 meter.
Jumlah korban terdampak sebanyak 932 jiwa 233 kk. Dan di Dusun Pekunden Rt 01, 02, 03, 04 RW 06, lalu di Rt 01, 03 RW 05, ketinggian air berkisar antara 40cm hingga 160cm. Korban terdampak 850 jiwa 213 kk.
Dijelaskan Sirojuddin koordinator Tagana Kabupaten Jombang, pada Kamis kemaren (10/03) sempat ada warga yang diungsikan. rinciannya, Dewasa 18 jiwa, Anak2 7 jiwa, Balita 3 jiwa dan Lansia ada 4 jiwa.
“Tapi tadi pagi mereka sudah kembali ke rumah masing-masing”, jelasnya.
Dengan merujuk pada hasil data lapangan baik assesmen maupun kaji cepat Tagana dan KSB, yang dilakukan melalui koordinasi dengan Pemdes, serta progres monitoring, Dinas Sosial setempat menggerakkan pilar sosialnya untuk menggelar Dapur umum.
Guna menjangkau korban terdampak dalam memberikan layanan kebutuhan dasarnya, Dinsos Jombang mendirikan dua DU di lokasi yang berbeda, yakni di Kecamatan Ploso dan Mojoagung.
DU yang ada untuk melayani kebutuhan dasar masyarakat terdampak di Kec Mojoagung
Desa Kademangan, Kec Sumobito tiga desa yaitu Desa Talunkidul, Desa Madiopuro dan Desa Trawasan, kemudian Kec Ploso yang mencakup Desa Jatigedong, Desa Rejoagung dan Desa Pakertanjung.
Ketua KSB Rukun Sejahtera Erwan Susanto mengakui bahwa pihaknya mendirikan dapur umum untuk melayani masyarakat terdampak banjir di desa Kademangan kecamatan Mojoagung Jombang.
“Betul Pak, jadi kami KSB Rukun Sejahtera dengan didampingi Tagana membuka dapur umum di Balai Desa Kademangan, untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak banjir”, ungkapnya kepada tim media (11/03).
Sementara untuk DU di Kecamtan Ploso sendiri di handle oleh tagana kabupaten Jombang.
Terkait hal itu petugas keposkoan tagana kabupaten Jombang Hariyanto mengatakan, DU yang di gelar di Desa Jatigedong Kecamatan ploso tersebut akan melayani kebutuhan makan para warga terdampak sebanyak dua kali dalam sehari, yakni makan pagi dan sore.
Data DU tagana Dinsos Jombang memaparkan, jumlah nasi yang di produksi untuk tiap kecamatan menunjukkan angka yang berbeda. Di Desa Kademangan Mojoagung untuk produksi pagi sebanyak 500 bungkus dan siang 500 bungkus. Kecamatan Sumobito pagi 600 bungkus, siang 600 bungkus. Kemudian di Kecamatan Ploso sendiri untuk makan pagi sejumlah 2.250 bungkus dan siang 2.250 bungkus.
Disampaikan Hariyanto dalam wawancaranya, pendistribusian makan tiap kecamatan meliputi beberapa desa berbeda
“Di Kec Mojoagung satu desa yaitu Desa Kademangan, dan di Kec Sumobito ada tiga desa, yakni Desa Talunkidul, Desa Madiopuro dan Desa Trawasan”, terangnya.
“Yang paling banyak jumlah distribusiny di Kec Ploso, lanjut Hariyanto, yaitu Desa Jatigedong, Rejoagung, Pakertanjung, Ploso, dan Desa Kebonagung”, imbuhnya.
Pelayanan dapur umum tersebut belum didapati keterangan pasti sampai kapan berlakunya. Info yang ada sementara menyatakan masih menunggu progres di lapangan.
Pihak yang bersinergi pada penanganan bencana tersebut KSB Rukun Sejahtera, BPBD, Dinsos Jombang, Perangkat desa, Semar, Babinsa, Danramil, Polsek setempat, pihak kecamatan, TKSK, Tagana Jombang dan Sahabat Tagana. (Syaiful).
Editor : Redaksi
















