banner 728x90

Mejelis Dikdasmen PCM Bulak Surabaya Gelar Darul Arqom 1443 H

banner 468x60

Surabaya, Delikjatim.com – Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhamamdiyah (PCM) Bulak Surabaya memiliki program peningkatan kompetensi pada guru dan karyawan SD Muhammadiyah 9 Bahari Surabaya dengan menggelar agenda kegiatan Darul Arqom 1443 H.

banner 336x280

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Rabu dan Kamis, tanggal 30 dan 31 Maret 2022 bertempat di ruang kelas lantai I. Guru dan karyawan peserta darul Arqom berjumlah sekitar dua puluh lima orang terlihat sangat antusias dalam mengikuti acara demi acara yang digelar selama dua hari tersebut.

Ketua Lembaga Penjamin Mutu Akademik (LPMA) SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, Edy Susanto, M.Pd selaku narasumber diberi kesempatan me-recharging guru dan karyawan sekolah yang terletak dipinggir pantai Kenjeran.

Laki-laki yang pernah menjabat sebagai kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (2014-2018) memberikan tips atau jurus–jurus jitu bagaimana menjadi guru yang mendidik, bukan membidik. “Guru harus mampu menjadi teladan siswa dan siswinya di depan kelas maupun di luar kelas. Guru mampu memberikan perhatian secara khusus dikelas ataupun dirumah”, urainya.

Lanjut Edy Susanto yang saat ini juga sebagai ketua Tim Inovasi Pendidikan (TIP) SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya tidak segan-segan untuk mengingatkan kepada peserta Darul Arqom agar peduli kepada siswa- siswinya.

“Jangan sampai ada siswa yang sedang sakit dibiarkan begitu saja untuk mengikuti pelajaran tanpa ada perhatian dari guru. Guru harus jeli kepada siswanya, jangan biarkan mereka menahan rasa sakit dikelas. Tanya dan bawa ke ruang UKS. Hubungi orangtua untuk menjemput dan mengobatinya”, ujar guru yang pernah meraih juara I lomba kepala sekolah berpestasi tingkat Surabaya pada tahun 2017 tersebut.

Guru di era digital seperti saat ini harus dipacu untuk gemar membaca dan menulis. Edy Susanto dengan semangat menunjukan gambar tiga buku karya tulisnya di PPT, yaitu Membedah Semangat Osaka, Allah Maha baik hati, dan SKOJU (Sekolah Berkemajuan) dalam proses cetak.

Buku pertamanya, berjudul Membedah Semangat Osaka yang ditulis pada tahun 2015 menjelaskan tentang pengalamannya studi banding ke sekolah-sekolah dan perjalanannya selama lima belas hari bersama sembilan kepala sekolah Muhamamdiyah di beberapa kota di Jepang.

Banyak hal yang dapat diambil pelajaran selama perjalanan. Warga Jepang memiliki komitmen yang tinggi untuk menjaga kultur kedisiplinan, ketertiban, dan kebersihan lingkungannya. Siswa dididik memiliki kecakapan hidup seperti sikap kerjasama, tertib, hidup bersih, saling menghargai, dan mandiri.

Menjadi guru memang tidak mudah, banyak hal yang harus dilakukan. Bukan sekedar bermodal ilmu akademik pada saat dibangku kuliah, namun guru harus mampu mengembangkan diri agar tidak ketinggalan jaman.

“Guru dituntut untuk kreatif dan inovatif. Gunakan jurus Amati, Tiru, dan Modifikasi atau biasa disingkat ATM. Guru perlu melakukan refreshing pendidikan dengan cara melakukan kunjungan kesekolah-sekolah lain, ketempat wisata, perusahaan, dan perguruan tinggi”, paparnya.

Diakhir materi, Edy Susanto yang juga menjabat sebagai sekretaris Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Jawa Timur memberikan tips agar guru mampu membangun keunggulan sekolah dengan cara memiliki diferensiasi, inovasi, penguatan literasi, branding, teamwork yang solid, prestasi akademik dan non akdemik, serta marketing yang handal.

“Jika ingin menjadikan sekolahnya diminati oleh masyarakat, guru tidak boleh berdiam diri. Guru tidak boleh puas dengan hanya mengajar dan melakukan rutinitas. Guru wajib menyibukkan diri dengan banyak belajar agar kompetensinya terus meningkat. Guru berkualitas akan menghasilkan pendidikan yang berkualitas. Guru berkualitas lebih mengutamakan proses bukan hasil. Tidak banyak menuntut tapi banyak memberi kebermanfaatan”, tutup Edy. (Yuda).

Editor : Redaksi

banner 336x280
banner 728x90
error: Artikel terproteksi !!
Exit mobile version