Buku “SANG PENGGERAK” merupakan bentuk kepedulian dalam mengembangkan konsep pendidikan yang berpihak pada potensi untuk mewujudkan prestasi terbaik anak, tanpa mempedulikan latar belakang dan kondisinya.
Ketika dikonfirmasi, Senin (30/05/2022), Drs. Najib Sulhan, MA yang juga merupakan CEO Rumah Menulis Al-Qolam menjelaskan, para penulis menyadari bahwa semua anak memiliki hak untuk sukses. Meskipun ada yang terlahir dalam keterbatasan, tetap saja memiliki potensi yang bisa dikembangkan. Tidak ada dikotomi dalam pendidikan. Layanan terbaik menjadi kunci.
Empat penulis ini telah menggagas konsep yang berbeda, namun memiliki muara yang sama, yaitu memetakan setiap potensi anak hingga menjadi kondisi terbaiknya.
Drs. Heru Tjahyono merupakan salah satu penggagas berdirinya Sekolah Kreatif. Semula sekolah ini sekolah reguler dengan model konvensional. Semula sekolah ini tidak laku. Dengan sentuhan kreatif oleh TIP (Tim Inovasi Pendidikan), maka berkembang menjadi sekolah yang diburu, meskipun tempatnya kurang ideal. Bahkan saat buku ini ditulis, model sekolah kreatif telah diadopsi 23 sekolah di Indonesia dan semua mengalami kemajuan yang sangat pesat.
Ir. Sudarusman, merupakan penggagas sekolah keberbakatan. Sebelumnya beliau telah membawa SMP Muhammadiyah 2 Surabaya kebanjiran murid dengan konsep yang diunggulkan “Sekolah Keberbakatan”. Selanjutnya diberi amanah untuk memegang SMA Muhammadiyah 10 dengan mengembangkan Sekolah Keberbakatan. Saat buku ini ditulis, sekolah ini baru 8 tahun berjalan. Animo masyarakat cukup besar dan sekolah yang akrab dikenal SMAMX ini telah memiliki murid lebih dari 750 dengan lokasi lima tempat yang disebut dengan MBA (Muhammadiyah Boarding Area).
Drs. Najib Sulhan, MA, merupakan penggagas dan penulis buku Sekolah Berbasis Karakter. Melihat kondisi pendidikan yang terkesan hanya mengejar nilai angka dengan target Ujian Nasional, maka saat menjadi pimpinan di Al-Azhar Kelapa Gading Surabya, telah menggagas konsep Sekolah Berbasis Karakter dan mengirim konsep itu ke Mendikbud, Prof. Bambang Sudibyo, M.BA. Memang saat itu, tahun 2007, Pendidikan Karakter belum populer, justru RSBI yang lagi menjadi program unggulan di sekolah. Faktanya, setelah RSBI dibekukan, justru pemerintah tahun 2010 memulai mencanangkan program pendidikan karakter sebagai unggulan hingga saat ini. Saat itu buku yang ditulis Pak Najib Sulhan diseminarkan bersama Mendikbud Prof. Dr. Muh. Nuh beserta Prof. Dr. Ratna Megawangi. Bapak Najib Sulhan juga sebagai Wakil Dikdasmen Kota Surabaya selama tiga periode, mulai tahun 2005 hingga 2020.
Edy Susanto M.Pd, pernah menjadi Kepala SD Muhammmadiyah 4 Pucang, sekolah Teladan Nasional, dengan jumlah murid lebih dari 1400. Setelah purna dari kepala sekolah, diminta sebagai konsultan di beberapa sekolah. Konsep yang digagas adalah Sekolah Berkemajuan. Sekolah dengan memiliki berbagai keunggulan untuk terus maju. Bahkan bukunya yang terbaru diberikan indors oleh dua tokoh nasional, yaitu Prof. Dr. H. Muhajir Effendy, M.Pd. dan Prof. dr. H. Abd. Mu’ti, M.Ed.

Keempat konsep ini semua tertuang di dalam buku “SANG PENGGERAK”. Menurut para penulis, mereka tergerak untuk bergerak dan menggerakkan sekolah untuk menjadi unggul tanpa melihat latar belakang. Kami sadar bahwa setiap anak memiliki potensi. Kami berusaha melihat potensi untuk bisa menggapai prestasi terbaik pada anak-anak. Semoga kehadiran buku ini memberikan pencerahan dan perubahan pendidikan lebih baik. (Yuda).
Editor : Redaksi
















