Surabaya, Delikjatim.com – Implementasi pendidikan karakter untuk meraih prestasi keunggulan tidak bisa lepas dari Al Qur’an, sehingga di sekolah ada program Tahfidz yang dibimbing oleh Ustadz dan Ustadzah pembina TPQ. SD Muhammadiyah 22 Surabaya melepas 10 siswa perwakilan dari kelas 1,2,3,4, dan 5 untuk mengikuti Wisuda Perdana Tahfidz yang diselenggarakan oleh K3S SD/MI Muhammadiyah kota Surabaya di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Sabtu (4/6/2022).
Salah satu pendamping kegiatan wisuda, ustadzah Hidayah menyampaikan, ada 10 siswa dari SD Muhammadiyah 22 Surabaya, yang mengikuti wisuda Tahfidz satu juz terdiri dari ananda Hanif, Althaf, Naufal, Naura, Clarissa, Difla, Mikayla, Zaynatya. Tahfidz dua juz yaitu ananda Muhammad Adlian, dan Tahfidz 6 juz lebih ananda Asma Rahmatul Izzah kelas 2 A.
“Meski persiapan yang waktunya terbatas disamping di sekolah Ananda bersama orangtuanya begitu disiplin dan penuh semangat untuk mempersiapkan wisuda Tahfidz”, terang ustadzah Hidayah.
Ditempat yang sama, salah satu siswa peserta SD Muhammadiyah 22 Surabaya, ananda Mikayla menyatakan, semula dirinya hafal sampai surat Al Buruj, dan setiap hari selama 2 minggu melanjutkan hafalan juz 30 dan hafalan yang disetor ke ustadzah Rochma.
“Saya sempat takut dan grogi saat diuji, dan syukur Alhamdulillah bisa menguasai. Dan saya ingin menghafal Al Qur’an juz lainnya”, pungkas Mikayla.
Begitu pula Zaenatya menambahkan, dirinya senang bisa ikut wisuda juz 30, dan belajar bersama bunda sehari 3 kali, serta bersama Mikayla untuk sambung ayat.
Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 22 Surabaya, Listianah, SEI menjelaskan, pihak sekolah berusaha memfasilitasi potensi siswa khususnya pembinaan Tahfidz Al Qur’an, dari juz 30, lanjut juz 29 dan 28. Pada wisuda perdana tersebut diikuti 253 siswa dari 28 SD/MI Muhammadiyah se-kota Surabaya, dan dari SD Muhammadiyah 22 Surabaya mengirimkan 10 peserta.
“Kami bersyukur ananda bisa mewakili SD Muhammadiyah 22 untuk mengikuti wisuda Tahfidz, pihak sekolah menyampaikan selamat atas raihan prestasi dan teruslah belajar menghafal Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup dan penguat karakter keunggulan”, terang Listianah.
“Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada para ustadz dan ustadzah, serta orangtua yang begitu tulus mendampingi dengan penuh keteladanan kepada ananda menghafal Al Qur’an agar diamalkan dalam kehidupan”, tutup Listianah. (Yuda).
Editor : Redaksi
















