Surabaya, Delikjatim.com – Sunggu malang, nasib Ahmad Bahen Bayi berusia 1 tahun ini meninggal dunia usai mendapatkan perawatan medis dari RS IBI Surabaya.
Pasalnya, Alm Ahmad Bahen (1 tahun) sempat di rawat di RS IBI sejak Minggu 20 November 2022 hingga Kamis 25 November 2022 dipulangkan oleh pihak RS IBI karna dengan alasan kondisi Alam Ahmad Bahen Tidak sakit parah dan hanya sakit campak.
Namun, Orang tua Alm Ahmad Bahen (1) mengatakan bahwa saat disuruh pulang hasil lab maupun rekam medis anaknya tidak di berikan oleh pihak RS IBI kepada keluarga pasien.
“Usai pulang Kamis malam Jumat, sesampainya dirumah anak saya semakin parah dan keesokan harinya saya bawa kembali ke RS IBI, namun karna kondisinya yang parah Dr Hari SPA menyarankan agar dirujuk ke RS Soewandi”. Kata Ayah Alm Ahmad Bahen.
Anehnya, Saat minta surat rujukan pihak RS tidak mau mengeluarkan dengan alasan tunggu Dr Hari SPA yang tidak diketahui kapan akan ke RS. IBI padahal kondisi Alm Ahmad Bahen sudah sangat kritis.
Akhirnya orang tua Alm Ahmad Bahen inisiatif untuk membawa anaknya ke RS Dr Soewandi tanpa Surat rujukan.
“Sesampainya di RS Soewandi kami sangat senang dimana pihak RS Soewandi langsung menangani Anak saya, namun dalam kondisi yang kritis. Anehnya kata Dr Soewandi anak saya terkenal penyakit Paru-paru. Sedangkan kata Pihak RS IBI hanya campak”. Kata Ayah Alm Ahmad Bahen.
Ahmad Bahen Bayi yang masih mungil tersebut harus menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu Dini hari usai di rawat di UGD RS Soewandi hanya dalam waktu kurang lebih 8 jam.
Direktur RS IBI DR. Moch Nasir saat di temui mengatakan dari sisi medis yang di laporkan ke kami bahwa memungkinkan pasien untuk dipulangkan.
“Dilaporkan ke Dr Anak kondisinya baik sehingga di sepakati untuk boleh pulang. Terkait administrasi karena di luar jam kerja dan pegawai administrasi sudah pulang”. Kata Nasir.
Nasir juga menambahkan bahwa pasien tersebut terkena penyakit komplikasi, dan penyakit dasarnya campak.
Usai mendapatkan penjelasan dari RS IBI, Pihak Keluarga merasa kecewa seakan apa yang disampaikan Direktur Dr Moch Nasir merupakan pembelaan terhadap para pegawainya.
“Tadi sudah ditemui Direkturnya dan beberapa staf keuangan. Namun agar kejadian tersebut tidak terulang kepada pasien lain maka kami akan melaporkan kejadian yang kami duga malpraktek tersebut ke Dinkes, IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan segera melengkapi berkas-berkas untuk pelaporan ke Pihak Berwajib atas dugaan malapraktek sehingga Alm Ahmad Bahen meninggal dunia”. Pungkas Toyyib selaku paman Alm Ahmad Bahen
















