banner 728x90

BPBD Surabaya Berikan Simulasi dan Sosialisasi Bencana Alam Gempa Bumi Kepada Siswa SDM 26 Surabaya

banner 468x60

Surabaya, Delikjatim.com – Guna memberikan pemahaman sejak dini tentang tanggap bencana gempa bumi, SD Muhammadiyah 26 Surabaya menggelar simulasi bencana gempa bumi sebagai bentuk kegiatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) pada hari Kamis tanggal 19 Januari 2023.

banner 336x280

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD kota Surabaya Ir. Harry Asjtanto, MM. menjelaskan, kesiapsiagaan bencana tersebut dikenalkan sejak dini kepada siswa, karena wilayah Surabaya secara geografis ternyata berada di bawah dua patahan bumi yaitu patahan Kendeng dan Patahan Rembang. Dua patahan ini diperkirakan masih aktif sehingga suatu saat besar kemungkinan bisa terjadi gempa bumi dengan kekuatan besar di Surabaya.

“Jadi simulasi ini bencana gempa bumi, jadi misal terjadi bencana gempa bumi, anak-anak kita itu bisa tahu menyelamatkan diri, sehingga dari musibah gempa bumi ini tidak ada yangg mengalami luka-luka maupun korban jiwa,” paparnya.

Materi yang diberikan berupa sosialisasi dan simulasi terkait teknik evakuasi mandiri, jika terjadi gempa bumi, seperti melindungi kepala, bersembunyi di bawah meja, serta berlari menyelamatkan diri ke tempat terbuka.

“Kegiatan edukasi bencana ini sangat perlu dilakukan sebagai pembelajaran dan perkenalan awal pada mitigasi bencana, serta dengan sosialisasi ini para siswa dan siswi dapat menambah pengetahuannya di bidang bencana dan selalu siap dalam menghadapi bencana dan mengetahui tindakan yang harus dilakukan saat evakuasi terjadi,” tegasnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 26 Surabaya Yunita Puspitasari mengatakan simulasi bencana gempa bumi ini sebagai bentuk kegiatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan juga menuju profil Pelajar Pancasila yang peduli di sekolahnya.

“Hari ini, siswa-siswi dilatih tanggap bencana. Kegiatan ini merupakan bentuk menuju profil Pelajar Pancasila, yaitu peduli terhadap lingkungan, situasi dan kondisi yang terjadi saat ini, khususnya terhadap bencana alam,” paparnya.

Lanjut Yunita, kegiatan tersebut sangat penting, karena nantinya anak-anak dapat mengetahui apa yang harus mereka lakukan ketika terjadi gempa bumi, maupun bencana alam lainnya.

“Jadi dengan pelatihan dan simulasi ini mereka akan lebih tahu apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri saat terjadi bencana alam, sehingga dapat mengurangi resiko korban luka dan jiwa,” imbuhnya.

Sementara itu, Radja Arsyad Danuartha selaku siswa SD Muhammadiyah 26 Surabaya mengaku baru pertama kali mengikuti pelatihan dan simulasi kesiapsiagaan bencana alam. Selain diajarkan cara menyelamatkan diri dari bencana, juga diajarkan penanganan korban luka.

“Tadi diajari tentang penanggulangan bencana alam, kalau terjadi gempa kita harus melindungi kepala, lalu masuk ke kolong meja, kemudian menghindari kaca, lalu berlari ke tempat terbuka,” tutupnya.

Selain kepada para siswa, pelatihan dan simulasi yang dilakukan BPBD kota Surabaya akan menyasar seluruh lapisan masyarakat untuk mensosialisasikan langkah kesiapsiagaan bencana, menuju Surabaya tangguh bencana.

banner 336x280
Penulis: YudaEditor: Redaksi
banner 728x90
error: Artikel terproteksi !!
Exit mobile version