Tuban, Delikjatim.com – Berbagai program dilakukan sejumlah elemen Masyarakat dan lembaga Pemerintahan sebagai upaya penanggulangan dan penanganan bencana, khusunya di Wilayah Jawa Timur. Program itupun tersaji dalam berbagai kemasan, seperti Pelatihan, Sosialisasi, Pemantapan, Mitigasi hingga Simulasi. Yang secara umum merujuk pada UU Nomer 24 Tahun 2007, tentang penanggulangan bencana.
Satu dari sekian kegiatan dalam kontek penanggulangan bencana tersebut dilakukan oleh relawan binaan Dinas Sosial Kabupaten Tuban, yakni Taruna Siaga Bencana (TAGANA).
Dari pantauan media diketahui, bertepatan dengan Hari kebangkitan Nasional yang berlangsung di Alun-Alun Kabupaten Tuban, Tagana Dinsos Kabupaten Tuban sajikan kegiatan bertajuk KOPI KEMANUSIAAN. Sabtu Malam (10/6/2023), sejak pukul 18.00 Wib, hingga selesai.
Apa itu Kopi Kemanusiaan ?
Mokh Zaenuri, orang nomer satu di Tagana Kabupaten Tuban menerangkan bahwa, Kopi Kemanusiaan adalah sebuah program yang bergerak di sektor layanan Edukasi, Sosialisasi (tentang bencana) dan Mitigasi, serta membangun Sinergitas dan merajut Jejaring, (Permensos Nomer 29 Tahun 2012, tentang tugas dan fungsi Tagana).
“Dalam kegiatan kali ini kami memberikan edukasi tentang kebencanaan kepada Masyarakat, melalui secangkir kopi gratis dan camilan, obrolan gayeng mengalir dengan nuansa kekeluargaan” terangnya.
Setidaknya 2.500 (Dua ribu lima ratus) cangkir Kopi, Teh serta jajanan, tersuguhkan.
Kegiatan inipun merupakan rangkaian Mitigasi bencana, sebagai upaya mengurangi tingginya dampak kerusakan, korban jiwa dan kerugian lainnya, yang biasa dikenal dengan istilah PRB, yaitu Pengurangan Risiko Bencana.
Selain itu, lanjut Zaenuri, “Kehadiran kami ya sebagai bentuk dukungan atu support, serta partisipasi kami dalam acara memperingati Hari Kebangkitan Nasional” ungkapnya.
Kopi Kemanusiaan yang teraplikasi dengan tampilan Tenda ini, sukses meraup perhatian dan menjadi opsi terbaik bagi para pengunjung.
Hebatnya lagi, aksi Sosial yang menjadi Program andalan Tagana Kabupaten Tuban sejak beberapa waktu lalu ini , berdiri atas Inisiatif Tagana sendiri dan ter-managemen secara Swadaya.
Menurutnya, Kopi Kemanusiaan ini sebenarnya adalah generasi dari program Tagana Teman Masyarakat (TTM), yang merupakan Embrio dari sejumlah kegiatan lainnya seperti Taman Siaga Bencana (TSB), Tagana Menjaga Alam (TMA), Tagana Masuk Sekolah (TMS), dan seterusnya.
Zaenuri mengaku bahwa Kopi Kemanusiaan ini sering mewarnai berbagai event, baik yang diselenggarakan Pemerintah maupun pihak Swasta.
“Yang pasti kami Tagana sudah sering menghadirkan Kopi Kemanusiaan ini di banyak event, baik itu kegiatan yang di selenggarakan oleh Pemerintah maupun Masyarakat” jelasnya.
Ia menambahkan, gagasan Kopi Kemanusiaan itu adalah wadah semua pihak untuk jagongan, hingga dapat berkomunikasi langsung dengan Masyarakat.
“Dengan tujuan memberikan pemahaman terkait Mitigasi kebencanaan. Dengan harapan, melalui edukasi tersebut Masyarakat mampu melakukan tindakan Safety secara mandiri, sehingga dapat mengurangi Risiko bencana itu sendiri, serta memperluas koneksi dan jejaring” imbhnya.
Di akhir konfirmasinya, salah satu Tagana Senior di Jawa Timur asal Tuban ini mengatakan, “Berdasarkan pengalaman dan fakta, ngobrol dengan suasana jagong itu kan asik dan nyaman, materi pembahasan pun mudah dicerna dan dipahami” tutupnya.
















