Banyuwangi, Delikjatim.com – Proses pencarian korban laka laut KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali masih berlangsung intensif hingga Kamis sore (3/7/2025). Dari 65 orang yang tercatat dalam manifes, sebanyak 27 orang dinyatakan selamat, lima ditemukan meninggal dunia, dan 33 lainnya masih belum ditemukan.
Kapal penyeberangan ini dilaporkan mengalami kejadian nahas pada Rabu malam sekitar pukul 22.30 WIB saat dalam perjalanan dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali. Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polairud, BPBD, dan relawan, termasuk personel dari Tagana Kabupaten Banyuwangi, sejak dini hari melakukan pencarian di lokasi kejadian dengan mengerahkan armada laut dan pantauan udara.
Koordinator Tagana Kabupaten Banyuwangi, Dhedy Utomo, menyampaikan data lima korban yang berhasil diidentifikasi. Mereka adalah Anang Suryono, warga Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi; Eko Sastriyo, dengan domisili yang masih didalami; Elot Rumantini, warga Kelurahan Sritanjung, Kecamatan Banyuwangi; Cahyani, warga Dusun Krajan Kulon, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro; serta Fitri A. Lestari, warga Dusun Simbar, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro.
Dhedy menegaskan bahwa sejak peristiwa terjadi, Tagana telah bergabung penuh dalam upaya SAR, mulai dari evakuasi, pencarian di perairan, hingga penanganan darurat di darat.
Selain menurunkan tim penyelamat menggunakan perahu motor fiber melalui Pantai Boom, Tagana juga mengoperasikan dapur umum yang setiap harinya menyiapkan lebih dari 300 porsi makanan bagi petugas, relawan, dan keluarga korban. Dukungan air bersih pun disuplai melalui unit water treatment milik Tagana untuk memenuhi kebutuhan dasar di area posko.
“Selain pencarian dan logistik, kami juga memberikan dukungan moril kepada keluarga korban yang masih menunggu kepastian nasib orang-orang terdekat mereka. Sampai saat ini, kami masih bertahan di pelabuhan dan posko,” kata Dhedy.
Hingga Kamis pukul 16.00 WIB, pencarian telah memasuki jam ke-15 sejak insiden terjadi. Kondisi cuaca di sekitar perairan Selat Bali yang dipengaruhi angin kencang dan gelombang tinggi sempat membuat operasi dihentikan sementara, menunggu instruksi lebih lanjut dari Basarnas.
Di posko informasi Pelabuhan Ketapang, suasana masih dipenuhi kecemasan. Puluhan keluarga korban terus berharap ada kabar baik yang datang dari laut. Petugas mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi demi menjaga suasana tetap kondusif.
















