SIDOARJO, Delikjatim.com – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 1 Porong menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Sejumlah warga mengaku kecewa lantaran anak mereka yang dinilai telah memenuhi persyaratan justru tidak diterima di sekolah tersebut.
Berdasarkan informasi yang diterima media ini, muncul dugaan adanya oknum yang meminta sejumlah uang hingga belasan juta rupiah dengan iming-iming dapat membantu meloloskan calon siswa masuk ke SMAN 1 Porong.
Keluhan tersebut disebut bukan kali pertama terjadi. Beberapa warga menilai isu serupa telah beredar dari tahun ke tahun dan meminta adanya perhatian serius dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk melakukan penelusuran terhadap kebenaran informasi tersebut.
“Kasihan anak-anak yang memiliki prestasi dan memenuhi syarat, tetapi jika benar ada praktik seperti itu tentu sangat merugikan masyarakat kecil,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menindaklanjuti informasi yang berkembang, media ini telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala SMAN 1 Porong melalui surat elektronik (email) guna meminta klarifikasi terkait dugaan tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala SMAN 1 Porong belum memberikan tanggapan maupun jawaban resmi.
Masyarakat berharap pihak sekolah dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah publik. Selain itu, warga juga meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur melakukan pengawasan dan investigasi apabila ditemukan adanya indikasi pelanggaran dalam proses penerimaan peserta didik baru.
Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada pihak SMAN 1 Porong maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan lebih lanjut atas informasi yang berkembang di masyarakat.
















