Prabowo tidak berhenti di situ. la juga menyentil Menteri Keuangan Purbaya soal pengawasan Bea Cukai dan Bakamla yang dinilai belum maksimal menangani penyelundupan.
la bahkan menyisipkan kalimat yang terdengar seperti cerminan pengalaman pribadinya. “Pemimpin yang baik adalah yang berani menertibkan anak buahnya sendiri. Kadang kita sedih, anak buah yang kita sayang, yang baru saja kita berikan bintang, naikkan pangkat harus kita tindak.”
Kalimat itu terdengar familiar. Persis seperti yang ia ucapkan saat memecat Dadan Hindayana dari BGN. Pidato yang berapi-api. Perintah yang tegas. Dan dua jenderal yang harus berdiri memberi hormat di hadapan seluruh wakil rakyat.
Tapi publik yang sudah mengikuti berbagai drama penegakan hukum belakangan ini tentu menyimpan pertanyaan yang sama: apakah kali ini perintah itu akan benar-benar dieksekusi, atau sekadar menjadi momen dramatis yang menguap setelah sidang selesai?
















