Surabaya, delikjatim — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia menegaskan komitmen penuh untuk memberdayakan seluruh satuan pendidikan di tanah air, baik sekolah swasta maupun negeri, tanpa diskriminasi.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI yang juga Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., dalam acara peresmian Gedung Baru dan Muhammadiyah Sport Center SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Surabaya (Spemlibels), Ahad (27/9/2026).
Abdul Mu’ti menegaskan, pemerintah bercita-cita agar sekolah swasta dan negeri dapat tumbuh bersama secara beriringan demi mewujudkan ekosistem pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak bangsa.
”Penataan pendidikan kini telah dimulai secara menyeluruh di berbagai lini, mulai dari penguatan sarana dan prasarana penunjang belajar, peningkatan kualitas dan kompetensi pendidik, kebijakan pembiayaan pendidikan yang lebih berkeadilan, hingga perhatian serius terhadap kesejahteraan guru,” ujar Abdul Mu’ti.
Filosofi Fastabiqul Khoirot dan Pembelajaran Peradaban
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti juga mengelaborasi semangat Fastabiqul Khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan) yang dinilainya sangat relevan untuk diimplementasikan dalam dunia pendidikan. Menurutnya, fastabiqul khoirot harus dipahami sebagai ikhtiar menjadi yang terbaik dari yang baik sehingga mampu melahirkan lembaga pendidikan yang berkualitas dan unggul.
Ia merujuk pada pesan Al-Qur’an Surah Ali ‘Imran ayat 110 serta Tafsir Al-Qurthubi karya Imam Abu Abdillah Al-Qurthubi, yang menekankan posisi umat Islam sebagai masyarakat terbaik (khairu ummah) yang membawa manfaat, menyuruh kepada kemakrufan, dan mencegah kemungkaran.
Sebagai refleksi historis, Abdul Mu’ti turut menyinggung perjalanan peradaban Islam di Andalusia (Spanyol masa lalu). Ia menyebut wilayah yang kini mayoritas berpenduduk Katolik tersebut masih menyimpan dan mewariskan jejak serta bangunan megah peradaban Islam.
”Hal ini menjadi pengingat pentingnya kontribusi umat dalam membangun peradaban yang kokoh dan berdampak jangka panjang bagi kemanusiaan,” tuturnya.
Pentingnya Written Curriculum dan Hidden Curriculum
Selain pembenahan infrastruktur dan kesejahteraan pengajar, Abdul Mu’ti menggarisbawahi pentingnya keseimbangan dalam pelaksanaan kurikulum di sekolah. Menurutnya, transformasi pendidikan yang efektif harus memadukan antara kurikulum formal (written/explicit curriculum) dan kurikulum tersembunyi (hidden curriculum).
Written curriculum merupakan dokumen resmi serta rencana pembelajaran terstruktur yang disusun oleh lembaga pendidikan. Sementara hidden curriculum mencakup nilai-nilai, norma, kebiasaan, dan pembentukan karakter tidak tertulis yang dipelajari siswa melalui interaksi sosial serta kultur lingkungan sekolah sehari-hari.
”Kombinasi harmonis antara penyiapan infrastruktur, kesejahteraan guru, kebijakan inklusif pemerintah, serta penguatan nilai moral melalui kurikulum formal dan tersembunyi inilah yang diyakini mampu melahirkan generasi Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing global,” pungkas Abdul Mu’ti. (Gus Salman/Yuda)
















