Sumenep, delikjatim – Laut berubah menjadi ancaman ketika gelombang besar menyeret ratusan batang kayu meranti berukuran raksasa ke pesisir Kecamatan Dungkek, Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam.
Sekitar 700 batang kayu yang semula menjadi muatan tongkang rute Kalimantan–Probolinggo terlepas dan dihantamkan gelombang ke kawasan pesisir, merusak sejumlah perahu nelayan serta tempat perendaman ijuk kelapa milik warga.
Hingga Senin (21/9/2026), sekitar 400 batang kayu telah terdampar di daratan, 200 batang masih berada di tongkang, sementara 100 batang lainnya masih dalam pendataan karena terkendala kondisi pasang-surut laut.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, skala material yang terseret gelombang membuat penanganan di pesisir Dungkek harus dilakukan secara bertahap dan melibatkan lintas unsur, termasuk Tagana Kabupaten Sumenep.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Tongkang tersebut diketahui membawa sekitar 700 batang kayu gelondongan jenis meranti, dengan diameter sekitar 1–1,5 meter dan panjang 10–20 meter per batang.
Dari jumlah tersebut, berdasarkan pendataan sementara hingga Senin (21/9/2026), sekitar 400 batang telah terdampar di daratan, 200 batang masih berada di atas tongkang, sedangkan sekitar 100 batang lainnya masih dalam proses pendataan. Pendataan terkendala kondisi pasang-surut laut.
Kayu-kayu berukuran besar tersebut terdampar di sepanjang pesisir Desa Dungkek dan Desa Bicabi, Kecamatan Dungkek. Sebagian di antaranya menghantam perahu nelayan serta tempat perendaman ijuk kelapa yang selama ini dimanfaatkan masyarakat sebagai bagian dari usaha pembuatan sapu.
Haryono, Tagana Kecamatan Dungkek, menjelaskan, gelombang besar menyebabkan muatan kayu bergeser dan terseret ke kawasan pesisir hingga berdampak pada fasilitas masyarakat.
“Pada saat kejadian tidak ada korban jiwa,” kata Haryono berdasarkan laporan lapangan.
Dampak kerusakan terutama terjadi pada perahu nelayan, dengan tingkat kerusakan bervariasi mulai ringan, sedang hingga berat. Sementara sejumlah tempat perendaman ijuk kelapa dilaporkan mengalami kerusakan akibat dihantam kayu gelondongan yang terbawa gelombang.
Busaeri, Tagana Kecamatan Dungkek, menambahkan, ratusan kayu tersebut kini tersebar di sejumlah titik pesisir sehingga membutuhkan penanganan dan pendataan secara bertahap.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Tagana Kabupaten Sumenep bersama unsur terkait turun ke lapangan untuk melakukan asesmen, pemantauan serta membantu proses penanganan dan evakuasi muatan kayu yang telah mencapai daratan.
Koordinator Tagana Kabupaten Sumenep Abdul Malik membenarkan keterlibatan personel Tagana dalam penanganan di lokasi. Dua personel Tagana Kecamatan Dungkek, Busaeri dan Haryono, diterjunkan untuk melakukan pemantauan dan koordinasi bersama unsur terkait.
Penanganan di lapangan melibatkan perangkat Desa Dungkek, Bicabi dan Romben Guna, Kecamatan Dungkek, Polsek Dungkek, Koramil, BPBD Kabupaten Sumenep, Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, Tagana, tokoh masyarakat serta warga setempat.
Tagana bersama unsur terkait masih melakukan asesmen dan pendataan dampak kerusakan, sekaligus memantau keberadaan kayu yang masih berada di laut dan proses evakuasi material yang telah terdampar. (Ibed)
















