banner 728x90
Berita  

Buka Peluang Studi Luar Negeri, Scolier Education Hadiri SMAMDA Education Fair 2026

banner 468x60

Surabaya, delikjatim — Scolier Education meramaikan gelaran SMAMDA Education Fair 2026 yang berlangsung di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya pada Rabu (14/10/2026). Kehadiran lembaga konsultan pendidikan ini bertujuan untuk memberikan wawasan serta mengarahkan minat para siswa yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi di luar negeri.

​Marketing Scolier Education, Citra Noviasari, S.Pd., menyampaikan bahwa partisipasi ini merupakan langkah strategis untuk menjangkau para siswa SMAMDA yang memiliki antusiasme tinggi untuk kuliah di mancanegara.

banner 336x280

​”Kami sangat tertarik untuk mengarahkan siswa SMA Muhammadiyah 2 Surabaya agar bisa studi ke luar negeri. Saat ini opportunity-nya sangat banyak dan kompetisi di dalam negeri cukup tinggi. Kalau kesempatan ke luar negeri diabaikan, tentu sangat disayangkan,” ujar Citra kepada media delikjatim.com.

​Citra menambahkan, keputusan Scolier Education untuk berpartisipasi dalam pameran pendidikan di SMAMDA ini juga didasari oleh hasil komunikasi awal dengan tim Humas serta Bimbingan Konseling (BK) sekolah. Dari koordinasi tersebut, terungkap bahwa minat siswa SMAMDA untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri tergolong tinggi.

​”Ini pertama kalinya kami mengikuti Education Fair di SMAMDA. Sebelumnya kami aktif menghadiri kegiatan serupa di sekolah-sekolah lain. Melalui pameran ini, kami berharap para siswa bisa mendapatkan akses informasi yang lebih luas dan komprehensif,” jelasnya.

​Malaysia, Taiwan, dan China Jadi Destinasi Favorit

​Mengenai tren negara tujuan studi bagi pelajar Indonesia saat ini, Citra mengungkapkan adanya pergeseran minat. Negara-negara di Asia seperti Malaysia, Taiwan, dan China kini menjadi pilihan paling diminati.

​”Sekarang yang paling diminati itu Malaysia, Taiwan, dan China. Malaysia banyak dipilih karena peringkat (ranking) akademis universitasnya yang semakin tinggi. Sementara untuk China dan Taiwan, minatnya tinggi karena estimasi biaya hidup di sana tergolong ramah di kantong dan kurang lebih hampir sama dengan di Indonesia,” ungkap Citra.

​Saat ditanya mengenai minat studi ke Korea Selatan, Citra menjelaskan bahwa negara tersebut umumnya lebih dilirik untuk program immersion atau kunjungan singkat.

​”Untuk Korea, sebagian besar siswa lebih tertarik pada program immersion atau kunjungan edukasi dan liburan. Kalau untuk kuliah penuh (full study), pertimbangannya masih kalah dibanding negara lain karena persyaratan (requirement) masuknya terbilang cukup tinggi dan seleksinya ketat,” pungkasnya. (Yuda)

banner 336x280
banner 728x90
error: Artikel terproteksi !!
Exit mobile version