banner 728x90

Komunitas Belu Atambua Jalin Solidaritas, Jenguk Alim Making yang Sedang Sakit

banner 468x60

SURABAYA, Delikjatum.com – Wujud kepedulian dan solidaritas kembali ditunjukkan oleh Komunitas Kabupaten Belu, Kota Atambua, dengan mengunjungi salah satu saudara mereka, Alim Making, yang tengah menjalani masa sakit di wilayah Puri Safira Regency, Blok G6 Nomor 16.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Frans Ximenes selaku Ketua Komunitas Belu Atambua, didampingi Dedi Lasi selaku Ketua Pembina, bersama sejumlah anggota komunitas. Turut hadir Ketua Indonesia Timur Bersatu, Toni Tilamo.

banner 336x280

Kehadiran mereka bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bentuk nyata rasa persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama warga asal Belu dan Indonesia Timur yang berada di perantauan.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, rombongan memberikan dukungan moral serta doa kepada Alim Making agar diberikan kekuatan, ketabahan dan segera mendapatkan kesembuhan.

Ketua Komunitas Belu Atambua, Frans Ximenes, menegaskan bahwa solidaritas dan rasa persaudaraan merupakan nilai yang harus terus dijaga, terlebih ketika ada saudara yang sedang menghadapi kondisi sulit.

“Ini merupakan bentuk kepedulian kami sebagai keluarga besar Belu Atambua. Ketika ada saudara yang sedang sakit, kami hadir untuk memberikan dukungan dan semangat. Kami tidak ingin ada saudara kami yang merasa sendirian,” ungkap Frans.

Hal senada disampaikan Dedi Lasi. Menurutnya, kebersamaan bukan hanya ditunjukkan ketika dalam suasana suka, tetapi juga ketika ada saudara yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

Sementara itu, Toni Tilamo, selaku Ketua Indonesia Timur Bersatu, turut memberikan apresiasi terhadap kepedulian yang ditunjukkan komunitas tersebut.

Baginya, persaudaraan masyarakat Indonesia Timur harus terus dirawat melalui kepedulian, kebersamaan dan saling menguatkan tanpa memandang jarak maupun kondisi.

Kunjungan tersebut menjadi gambaran bahwa semangat persaudaraan masyarakat Belu Atambua tetap terjaga meski berada jauh dari tanah kelahiran.

Semangat tersebut terangkum dalam sebuah ungkapan yang menjadi pengikat kebersamaan:

“O RAI BELU, HAU MOS RAI BELU.”

Sebuah pesan sederhana yang menggambarkan kecintaan terhadap tanah kelahiran sekaligus kuatnya rasa persaudaraan sesama warga Belu.

banner 336x280
Penulis: HalimEditor: Redaksi
banner 728x90
error: Artikel terproteksi !!
Exit mobile version