banner 728x90

Harlah Tagana 17 Tahun, Tanam Sejuta Pohon Antisipasi Bencana Megatrus

banner 468x60

Surabaya, Delikjatim.com – Taruna Siaga Bencana adalah wadah satuan tugas relawan berbasis masyarakat yang berperan serta aktif dalam penanggulangan bencana yang selanjutnya disebut ( TAGANA ).

Tagana dibentuk dan di ikrarkan di Lembang Jawa Barat pada akhir bulan tiga, tepatnya pada tanggal 24 Maret 2004 pukul 00.00 waktu setempat, dan hingga hari ini Rabu 24 Maret 2021 usianya genap 17 tahun, dengan kata lain bahwa hari ini merupakan hari lahir tagana Indonesia (HARLAH) yang ke 17th.

banner 336x280

Dalam rangka memperingati Harlah tersebut Tagana Jatim menggelar aksi kesiapsiagaan mangrove untuk menjawab ancaman kemungkinan terjadinya bencana Megatrust, yakni dengan menanam jutaan pohon mangrove bertajuk sejuta pohon untuk Indonesia, sebagai perwujudan tagana menjaga alam dan tagana teman masyarakat yang mengedepankan sinergitas bersama multi pihak.

Berawal dari peristiwa banjir yang melanda Jakarta saat itu, pilar partisipan yang diharapkan ikut membantu pihak Direktorat BSKBA (Bantuan Sosial Korban Bencana Alam) yang kini nomenklaturnya berubah menjadi PSKBA (Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam) tidak muncul di lapangan, dari sinilah ide dan gagasan itu tercipta dari seorang figur yang kini dikenal sebagai legendaris relawan kebencanaan, dia adalah Drs. Andi Hanindito, M.Si yang berkantor di Jalan Salemba Raya No. 28 Jakarta.

Selanjutnya Andi Hanindito berfikir keras untuk membuat pasukan yang siap tanggap dan selalu hadir di setiap peristiwa bencana, baik bencana alam, bencana non alam maupun bencana sosial.

Dinas Sosial Provinsi jawa timur selaku pembina yang selalu mendukung langkah-langkah dan program yang di luncurkan guna membesarkan tagana jawa timur, tidak lepas dari peran serta sosok seorang Purwanto Prijatmodjo yg merupakan salah satu Perintis Tagana Indonesia, serta didukung pembina tagana jawa timur lainnya yang dengan gigih berjuang abdikan hidupnya demi membawa Tagana Jawa Timur pada era kejayaan seperti saat ini, serta dikenang sebagai Bunda Tagana dan Srikandi tagana jawa timur yakni (Alm) Ita Listiani.

Sebagai implementasi UU no 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana maka diperlukan pedoman dasar pengorganisasian tagana Indonesia sebagaimana Permensos No 28 Tahun 2012 tentang Taruna siaga bencana (TAGANA).

Selain itu, guna memfasilitasi peningkatan SDM Tagana maka kemensos RI membangun Tagana Training Centre (TTC) di Sentul Bogor sebagai sarana peningkatan kapasitas diklat bagi Tagana Indonesia.

Sebagai tindak lanjut program ketaganaan, Priyo Prasojo salah satu tagana utama provinsi jawa timur secara all out implementasikan terkait kesiapsiagaan penanganan bencana seperti peningkatan kapasitas Penanggulangan Bencana (PB), baik pra bencana saat terjadi bencana maupun pada penanganan pasca bencana.

Menurut Priyo, pihaknya lebih memaksimalkan pada beberapa poin kegiatan pra bencana seperti Inovasi Tagana Teman Masyarakat (TTM), Taman Siaga Bencana (TSB) dan Tagana Menjaga Alam (TMA) dan tagana masuk sekolah (TMS).

Selain hal tersebut diatas, tagana jatim juga lebih berfokus pada layanan shelter pengungsi guna proses penanganan saat terjadi bencana. Terkait hal tersebut M. Zaenuri tagana teladan jawa timur mengatakan bahwa layanan shelter pengungsi merupakan salah satu opsi penting dalam penanganan bencana, yang mana di dalamnya juga ada layanan dapur umum lapangan yang fungsinya memberikan pelayanan kebutuhan pokok penyintas yakni permakanan.

Tidak hanya sampai disitu saja, tagana jatim juga optimal pada penanganan pasca bencana yakni berupa Layanan Dukungan dan Psikososial (LDP).

Dijelaskan Twi Adi koordinator dan Tagana utama Jawa timur, LDP merupakan layanan yang diberikan kepada korban bencana yang ada di tenda atau tempa pengungsian.

“Dalam hal ini layanan yang diberikan ada beberapa aspek, yang pada intinya memberikan rasa aman nyaman dan bermartabat, yang selanjutnya disebut Layanan Dukungan Dan Psikososial” kata Twi.

Prinsip Penanggulangan Bencana tagana itu sendiri adalah One Command (Satu Komando), One Rule (Satu Aturan) dan One Corps (Satu Korsa).

“Motto kami We are the first to help and care (Kami adalah yang pertama datang menolong dan merawat) dengan Slogan yaitu Sigap Tanggap” imbuh Twi.

Tagana juga membangun kerjasama dengan lintas sektor seperti Palang Merah Indonesia, SAR, Pramuka dan BNPB yang secara simultan telah melakukan kerjasama, saling koordinasi antar sektor dan bersinergi dengan Multi pihak. Rabu, 24/03/2021 (Syaiful).

banner 336x280
banner 728x90
error: Artikel terproteksi !!
Exit mobile version