Surabaya, Delikjatim.com – Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, khususnya warga kampung 1001 malam, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan Surabaya menggelar musyawarah pembentukan tim peduli sesama dengan nama “Ada Matahari di Kampung 1001 Malam” bertempat di gedung SD Muhammadiyah 11 Surabaya, Sabtu (18/09/2021).
Ketua PCM Krembangan, Sutikno, S.Sos. mengungkapkan, melihat kondisi kampung 1001 malam diwilayah Krembangan Surabaya yang terisolir, masih serba kekurangan, bahkan masih banyak yang belum bisa membaca, PCM Krembangan berinisiatif membentuk program sosial keagamaan dengan tema “Ada Matahari di Kampung 1001 Malam”.
Apa saja kegiatannya ?
Ada 3 hal yang dipandang sangat diperlukan untuk kondisi kampung 1001 malam.
Pertama, pelatihan dan kewirausahaan. Ada beberapa agenda pelatihan diantaranya pelatihan las listrik, potong rambut, sablon, dan pelatihan lainnya untuk membangun kemandirian wirausaha pemuda usia produktif yang berjumlah 30 remaja di kampung 1001 malam. Untuk bulan September pihak PCM Krembangan menggelar pelatihan las listrik gratis dengan menggandeng Komunitas Muda-Mudi Surabaya (KMS) yang rencananya akan diselenggarakan hari Ahad tanggal 26 September 2021 dengan koordinator Warsono.
Kedua, anak-anak kampung 1001 malam dengan jumlah sekitar 130 anak yang akan dibina Rumah Pintar Matahari yang dikoordinir oleh Luki Darmawan, untuk kegiatan mengaji, hafalan surat-surat pendek, juga tata cara sholat bagi anak-anak. Sedangkan untuk pembinaan ibu-ibu akan dikoordinir oleh Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Krembangan yang dikoordinir Hj. Ummu Khasanah dengan beberapa pembinaan diantara perawatan sholat jenazah.
Ketiga, Dakwah kampung 1001 malam yang dikoordinir oleh Alimuddin. Untuk konsep kegiatan setiap pekan sekali akan diadakan kajian di musholla kampung 1001 malam.
“Dengan terbentuknya tim ini, mudah-mudahan dengan sedikit bantuan dalam bentuk pelatihan, pembinaan, dan juga dakwah akan membawa dampak positif bagi warga kampung 1001 malam yang masih terisolir tempatnya, terutama di masa pandemi Covid-19 yang berkepanjangan sampai saat ini, warga akan lebih mandiri dengan pelatihan-pelatihan ketrampilan sehingga bisa membuka lapangan kerja sendiri”, harap Sutikno.
(Yuda).
Editor : Redaksi
















