banner 728x90
Berita  

Abdul Mu’ti: Pendidikan Harus Menemukan Potensi Anak, Bukan Sekadar Mengejar Prestasi Akademik

banner 468x60

Surabaya, wartapoint — Pendidikan Indonesia dinilai tidak boleh lagi hanya berorientasi pada pencapaian angka-angka akademik belakangan ini. Lebih dari sekadar nilai ujian, sekolah memiliki tanggung jawab besar untuk menemukan, membimbing, dan mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki oleh setiap peserta didik.

​Penegasan tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., dalam acara Konsolidasi Pendidikan Muhammadiyah Jawa Timur di Aula Mas Mansyur, Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Surabaya, Rabu (29/7/2026).

banner 336x280

​Kegiatan bertema “Transformasi Pendidikan Bermutu untuk Semua: Mewujudkan Sumber Daya Unggul Berkemajuan” ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, di antaranya Dr. Sulthon Amin, Ir. Tahmid Masyudi, Dr. Sholikin Fanani, drh. Zainul Muslimin, Dr. Hidayatullah, Prof. Dr. Mundakir, dan Prof. Biyanto, serta ratusan pengelola pendidikan Muhammadiyah se-Jawa Timur. Acara dibuka tepat pukul 13.30 WIB oleh pembawa acara Ainun Jariyah, S.I.Kom.

​Mengembangkan Potensi Manusia Secara Holistik

​Dalam arahannya, Abdul Mu’ti menekankan bahwa esensi utama pendidikan adalah mengembangkan fitrah manusia secara utuh dan seimbang. Menurutnya, setiap anak terlahir dengan bakat dan potensi yang unik.

​”Prestasi akademik penting, tetapi prestasi nonakademik juga sama pentingnya. Tugas pendidikan adalah menemukan bakat. Jangan sampai ada potensi anak yang tidak pernah ditemukan karena kita hanya fokus pada angka-angka akademik,” ujar Abdul Mu’ti.

​Ia menambahkan, pendekatan pendidikan nasional harus bersifat holistik dan terintegrasi. Pengembangan aspek intelektual (akal), fisik, serta kematangan spiritual dan emosional (qalbu) harus berjalan seiring tanpa saling mengesampingkan.

​”Fisiknya harus kuat, akalnya harus kuat, dan qalbunya juga harus kuat. Ketiganya tidak boleh dipisahkan,” tegasnya.

​Lebih jauh, ia mengingatkan pentingnya pendidikan moral agar peserta didik mampu menjalankan peran sebagai khalifah di bumi yang bertanggung jawab, beriman, serta peduli terhadap sesama dan lingkungan. Ia pun mengajak para pendidik untuk memosisikan diri sebagai pemandu bakat bagi para siswa.

​Komitmen Transformasi dan Dukungan Karya Nyata

​Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua PWM Jawa Timur Dr. Sulthon Amin mengajak para pengelola sekolah untuk terus menjaga kedisiplinan dan komitmen tinggi dalam memajukan kualitas pembelajaran, tanpa menjadikannya keterbatasan sebagai alasan.

​”Keterbatasan bukan penghalang untuk maju. Yang menentukan adalah komitmen, kedisiplinan, dan semangat untuk terus berkembang,” tuturnya.

​Sulthon juga menyerukan kepada seluruh keluarga besar Muhammadiyah untuk memberikan dukungan penuh dan karya nyata terhadap program-program transformasi pendidikan yang diusung Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

​Melalui konsolidasi ini, Muhammadiyah Jawa Timur mengukuhkan komitmennya untuk menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan bermutu—sebuah sistem yang tidak sekadar mencetak generasi berprestasi, tetapi juga berkarakter, berakhlak mulia, dan siap menjawab tantangan zaman. (Ahmad Mahmudi)

banner 336x280
banner 728x90
error: Artikel terproteksi !!
Exit mobile version