Lamongan, Delikjatim.com – Penanganan bencana tidak hanya bertumpu pada aksi ketika bencana itu berlangsung. Sejatinya, konteks penanganan bencanan itu sendiri memiliki tiga kategori, yaitu pra bencana, saat bencana dan pasca bencana.
Pra bencana adalah langkah antisipasi guna mengurangi prosentase kemungkinan bencana itu terjadi melalui mitigasi, pendataan dan pemetaan lokasi rawan bencana, sebagaimana yang dilakukan oleh salah satu relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) kabupaten Lamongan Jawa Timur pada Minggu (19/9/2021).
Relawan binaan Dinsos kabupaten Lamongan ini melakukan Penanaman Pohon di lereng tanggul Sungai Bengawan Solo, yang tujuannya pada pencegahan tanah gerak atau longsor ketika terjadi luapan debit air yang deras akibat hujan.
Hal ini dilakukan guna memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana, serta menciptakan rasa aman dan nyaman.
Kegiatan tersebut merupakan implementasi dari regulasi yang mengaturnya, sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2008 tantang penyelenggaraan penanggulangan bencana, serta Permensos RI Nomor 29 Tahun 2012, Bab ll pasal 6 dan 7 yang mengatur tugas dan fungsi Tagana.
Aktivitas penanaman ini berlagsung di Desa Parengan Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan.
Sebelumnya, pihak Tagana melakukan koordinasi dengan perangkat Desa Parengan, kemudian bersepakat berkolaborasi melakukan giat penanaman dengan melibatkan masyarakat sekitarnya.
Fahmi, petugas posko Tagana kabupaten Lamongan mengatakan, kepala Desa menyambut baik kegiatan ini, dan beliau menyampaikan ada aksi lanjut dari penghijauan ini.
“Setelah itu kami bergerak ke lokasi untuk melakukan penanaman yang diawali dengan Apel bersama” kata Fahmi.
Dalam kegiatan tersebut, 200 bibit pohon yang beragam jenisnya sukses mereka tanam, diantaranya bibit sawo, mahoni, palem, Morris, menungo dan jenis lainnya.
“Selain itu kami juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pohon dalam penguatan tanggul Sungai Bengawan Solo” terang Fahmi.
Lebih lanjut Fahmi menjelaskan, kegiatan ini diharapkan dapat mencegah dan mengurangi tanah gerak atau longsor akibat aliran sungai, dan dapat memperkaya serta memperbanyak hewan dan unggas.
Masih Fahmi, ini sebagai wujud kepedulian kami dengan ikut menjaga kelestarian lingkungan dan ikut menjaga alam.
“Kegiatan ini juga merupakan pengejawantahan dari Tagana Menjaga Alam (TMA)” tutup Fahmi.
Sejumlah pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Parengan, perangkat Desa Parengan, Tagana dan Masyarakat sekitar. (Syaiful).
Editor : Redaksi
















