Batu, Delikjatim.com – Satuan tugas relawan binaan Dinsos Kota Batu agresif melakukan upaya peningkatan kapasitas SDM bidang kebencanaan dengan memperluas jalinan sinergi hingga lintas Provinsi.
Memperhatikan semangat yang berapi-api, Dinas Sosial Kota Batu memutuskan untuk menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas satuan tugas taruna siaga bencana melalui kerjasama lintas wilayah khusus bidang Mitigasi dan Rescue.
Kegiatan peningkatan kapasitas SDM ini digelar di DIY Jogjakarta, tepatnya di Merapi Garden Daerah Istimewah Jogjakarta, yang berlangsung selama tiga hari dua malam (13 – 16 Oktober 2021.
Dalam kaitannya, Simon Purwo Ali mengatakan, alasan kenapa memilih lokasi kegiatan ini di merapi Jogjakarta, diungkapnya karena ada History lahirnya Tagana Kota Batu dan adanya kemiripan antara merapi Batu dengan merapi Sleman.
“Jadi kami bersepakat untuk mendalami pengetahuan mitigasi di tempat yang memiliki kesamaan indikator bencana dengan Kota Batu, agar dapat meningkatkan jiwa kerelawanan dan bekal pengetahuan, kebetulan saat ini Merapi sedang ada gejolak dikit-dikit” jelas orang nomer wahid di satuan tugas relawan Kota Batu tersebut.
Pada fokus kegiatan selama dua hari, relawan kota Batu mendapat pembekalan materi dari Basarnas DIY terkait Mitigasi dan Rescue.
“Kami banyak mendapat gemblengan dan bimbingan dari pihak Basarnas tentang apa itu mitigasi dan bagaimana kita melakukan evakuasi yang sefty berdasarkan tinjauan waktu tempuh ke shelter (pengungsian), karakter masyarakatnya serta tinjauan lainnya sebagai pertimbangan utama sefty evakuasi” terang Simon.
Koordinator relawan Batu ini mengatakan bahwa, pihaknya dalam kegiatan tersebut tidak hanya dicekoki materi dari Basarnas saja, pada prakteknya di lapangan juga bersinergi dengan pihak TNI Polri dan masyarakat setempat.
Kepada wartawan delikjatim Simon menjelaskan poin penting yang diraihnya selama kegiatan peningkatan kapasitas SDM tersebut.
“Beberapa poin berharga yang dapat kami bawa pulang yaitu tentang pola mitigasi yang benar dan tentang evakuasi yang aman dan benar, sesuai dengan arahan pihak Basarnas DIY” kata Simon.
Poin penting lainnya yang berhasil dipetik relawan Tagana Dinsos Kota Batu pada kegiatan itu adalah, ketika terjadi erupsi. Dalam kondisi ini dibutuhkan skill SDM yang profesional bermoral dan bermartabat.
Ending wawancaranya Simon menyampaika history lahirnya tagana Kota Batu.
“Tagana Batu ini lahir di Jogja mas, kala itu bertepatan dengan gempa Jogja pada tahun 2006 lalu. Ketika kami di desa Cangkring Bantul, yang tergabung dalam komunitas relawan gempa Jogja dari unsur Karang Taruna. Selang waktu enam hari selama kami disana, ada pejabat dari kementerian yang waktu itu Gubernur Jatim Pak Imam Utomo juga turut serta dalam rombongan itu, kemudian Pak Imam mengatakan begini, kalian sudah layak menjadi anggota tagana, walaupun kalian belum ikut pelatihan diklat dan sebagainya, dilihat dari kinerja kalian di lapangan selama ini maka kalian sudah sangat layak menjadi anggota tagana” dikisahkan Simon.
Atas dasar kisah diatas lanjut Simon, maka kami anggap sebagai momen lahirnya tagana Kota Batu, tutup Simon Purwo Ali. (Syaiful).
Editor : Redaksi
















