banner 728x90

Antisipasi Bencana Banjir Tahunan, Kecamatan Laren Bentuk KSB

banner 468x60

Lamongan, Delikjatim.com – Sebagai upaya pengurangan resiko bencana kepada masyarakat di kec. Laren yang dilanda banjir tiap tahun, Dinas Sosial Kabupaten Lamongan melaksanakan kegiatan sosialisasi dalam rangka pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Desa Laren Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan, Kamis (21/10/2021).

Acara yang bertempat di balai Desa Laren ini dihadiri oleh Kabid Linjamsos Dinsos Provinsi Jatim Moehammad Anas, beserta staf PSKBA dan FK Tagana Provinsi Jatim.

banner 336x280

Turut hadir pada acara tersebut, Camat Laren Syam teguh Wahono, Kades Laren Suyudi dan unsur TNI Polri setempat.

Sebagaimana diatur dalam PERMENSOS RI Nomer 128 Tahun 2011, Kampung siaga bencana yang selanjutnya disebut KSB adalah Suatu lembaga yang dibentuk berdasarkan usulan masyarakat mengetahui Pemdes dan Forkopimka setempat yang selanjutnya usulan dimaksud diajukan kepada Dinas Sosial Kabupaten/Kota untuk ditindak lanjuti.

Dalam kaitannya, pembentukan KSB dapat meliputi lebih dari satu desa yang ada dalam kawasan itu sendiri.

Sebagai dasar menjalankan tugas dan fungsinya, KSB dibekali lumbung sosial dan gardu sosial yang berfungsi sebagai penyimpanan logistik dan posko pelayanan.

Selanjutnya ada bidang lain yang menjadi bagian penting dari KSB itu sendiri, yaitu bidang evakuasi, dapur umum (DU), Shelter (Hunra) dan logistik. Dijelaskan Priyo Prasojo, Staf PSKBA Dinsos Provinsi Jatim di awal acara.

Ditambahkan Priyo Prasojo yang akrab disapa Jefry, kenapa dinamakan kampung siaga bencana, karena kampung adalah jarak terdekat interaksinya dengan kejadian bencana.

“Maka dengan dibentuknya KSB diharapkan, kecepatan dan ketepatan informasi yang akurat dan valid serta tindakan penanganan bencana yang terukur dan terarah dapat terpenuhi” imbuhnya.

Usai jedah waktu isoman, Kabid Linjamsos Moehammad Anas dalam sambutannya menuturkan, pembentukan KSB ini merupakan upaya antisipatif terhadap kerawanan bencana di daerah setempat. Untuk itu maka diharapkan agar proses pembentukannya betul-betul diikuti dengan serius, sehingga dapat menangkap materi yang akan disampaikan oleh praktisi dan Tagana Provinsi.

“Terkait lumbung sosial sebagai bufferstok (persediaan) logistik, kami dari pihak Dinsos Provinsi jatim siap membantu” tuturnya.

Melalui lumbung sosial, kampung siaga bencana diharapkan dapat membantu kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak bencana, salah satunya ketersediaan permakanan.

“Karena ketika ada bencana, masyarakat yang terdampak bencana akan kesulitan melakukan rutinitasnya. Oleh karena itu KSB harus siap membantu mereka dengan memberikan pelayanan kebutuhan dasar, biasanya itu penyediaan konsumsi” terang Anas.

Anas menambahkan, selain peran KSB, yang tak kalah pentingnya adalah adanya keterlibatan unsur kesehatan di lokasi bencana.

“Jadi intinya, kami siap memberikan dukungan bimbingan, pendampingan pembinaan dan bantuan pada saat melakukan penanganan bencana” kata Anas di penghujung sambutannya.

Sementara itu, ditemui di ruang kerjanya Kepala Desa Laren Suyudi mengatakan, keanggotaan KSB mewakili tiga desa yaitu Gampang sejati, Plangwot dan Laren.

“Kami berharap KSB ini kedepan maksimal dalam mengemban tugasnya sebagai relawan kemanusiaan” ujar Suyudi.

Pada kesempatan yang sama, Camat Laren Syam teguh Wahono SH.MSi mengatakan, bukan hanya sekedar pembentukan tapi bagaimana implementasinya dalam penanganan bencana, serta dapat mengurangi resiko dan dampak kerugian bencana yang ada.

“Intinya KSB selalu semangat dan bermamfaat bagi masyarakat dalam menanggulangi bencana” tuturnya.

Di akhir penyuluhan, anggota KSB berembuk guna menentukan nama, hingga pada akhirnya disepakati sebagai KSB PUTERA BENGAWAN, yang diambil dari nama sungai terkenal di daerahnya yaitu sungai Bengawan Solo. (Syai)

Editor : Redaksi

banner 336x280
banner 728x90
error: Artikel terproteksi !!
Exit mobile version