Blitar, Delikjatim.com – Dari Posko relawan di Jalan Raya Nasional III, tepatnya Dusun Sawahan Desa Pojok, Kecamatan Garum Kabupaten Blitar Jawa Timur, tercopy kabar adanya bencana Tanah Bergerak.
Kejadian ini berlangsung di Dusun Ilik-ilik, Desa kebonsari Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar Jawa Timur pada Selasa pagi, 22 Maret 2022 pukul 07.30 WIB.
Hal tersebut disampaikan petugas posko tagana kabupaten Blitar Aprilia Kristanti dalam laporan tertulisnya tertanggal (22/03/2022).
Kami mendapat informasi dari Warga Desa Kebonsari melalui Perangkat Desa setempat, kemudian kami komunikasikan dengan pembina dan turun lapangan, kata April (sapaannya).
Lebih jelas dipaparkan dalam laporan tertulisnya, pasca kejadian, Taruna siaga bencana Dinas Sosial Kabupaten Blitar bergerak ke tempat kejadian. Setibanya, dilakukan koordinasi dengan pemerintah Desa Kebonsari serta assesment lapangan dan Pedataan kerusakan akibat kejadian untuk dilaporkan kepada pembina (Dinas terkait).
Selain Tagana Dinas Sosial Kabupaten Blitar, penanganan kejadian Tanah Bergerak ini juga melibatkan TNI/POLRI setempat, Pemerintah Desa Kebonsari dan potensi masyarakat.
Begini kronologinya, hari Senin, (21/03/2022) pukul 15.30 Wib, Hujan lebat mengguyur Desa Kebonsari Kecamatan Kademangan Kab Blitar, selang beberapa saat kemudian terjadilah fenomina yang sempat bikin panik warga sekitar.
Ada pergerakan tanah di sejumlah titik, di jalan raya dan zona perkampungan, lalu disusul dengan tanah amblas. Sebagai dampak kejadian tersebut, 7 unit rumah warga Dusun ilik – ilik Desa kebonsari mengalami kerusakan yang variatif, sebagian ruas jalan raya pecah dengan garis memanjang, akhirnya sebagian badan jalan di tutup.
Selain itu, dari hasil pendataan kaji cepat dan assesmen Tagana Kab Blitar di ketahui, ada beberapa rumah warga terdampak kejadian dengan tingkat kerusakan yang bervariasi
Di alamat yang sama yakni di RT 4 RW 1, Dusun Ilik – ilik Desa Kebonsari kecamatan Kademangan, rumah warga yang terdampak atas nama Bapak goto, tembok rumah retak dan miring (2 Rumah). Berikutnya milik Kanti dengan kerusakan yang dialami yaitu, bagian dinding rumah retak. Sukardi dinding rumahnya retak dan miring, Sukatman dinding dapurnya retak dan miring, dan rumah atas nama Sungkono dengan kerusakan pada bagian dinding rumah retak dan miring (2 Rumah).
Kabar baiknya, dari kejadian tersebut tidak menelan korban jiwa. Sementara taksiran kerugian akibat bencana ini diperkirakan mencapai 50 juta rupiah.
















