Surabaya, Delikjatim.com – Momentum berhaji pasca berkurangnya Pandemi Covid-19 patut disyukuri, dan diantara wujud rasa syukur itu adalah istiqomah beribadah dan tetap beramal saleh.
“Meskipun kondisi terik matahari yang panas menjelang sholat dhuhur di Masjid Nabawi Madinah suhu udara menunjukkan 41 derajat Celcius, para jamaah tetap semangat berdatangan dari berbagai dunia memenuhi shof yang ada sambil menunggu waktu dhuhur tiba, selesai sholat sunnah dilanjut dzikir dan tadarus Al-Quran”, terang ustadz Andi Hariyadi selaku ketua rombongan 10 Kloter 5 SUB ketika dikonfirmasi jurnalis Delikjatim.com via WhatsApp, Rabu (15/06/2022).
Lanjut beliau, tadarus Al-Quran sepertinya tidak mudah ditinggalkan ditengah aktivitas ibadah lainnya, dan juga kesibukan saat di Madinah. Kesadaran untuk membaca, memahami dan mengamalkan kandungan Al-Qur’an justru meningkatkan spiritualitas yang diimplementasikan dalam kehidupan, sehingga pengamalan beragamanya menjadi teladan ditengah kehidupan.
Al Qur’an sebagai Hudan, merupakan petunjuk kehidupan untuk mengantarkan hidup penuh kemuliaan, bukan kehinaan. Al Qur’an sebagai Furqon, pembeda antara yang haq dan batil, untuk selalu istiqomah dengan kebenaran. Dan Al Qur’an sebagai Syifa’, ada curahan nikmat dari Allah SWT berupa obat kesembuhan dari berbagai penyakit kehidupan yang dapat memperlemah kekuatan spiritual.
Begitu luas dan dalamnya kandungan Al Qur’an sebagai modal pencerahan peradaban. Dari kesadaran tersebut Calon Jamaah Haji binaan KBIHU Muhammadiyah Surabaya saat di Madinah ingin berbagi untuk beramal saleh berupa wakaf Al-Qur’an di masjid Nabawi Madinah yang teknisnya kerjasama dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Saudi Arabia.
“Semangat jamaah calon haji dari KBIHU Muhammadiyah Surabaya untuk melakukan gerakan wakaf Al-Qur’an ini begitu cepat, dari 93 orang jamaah dalam waktu dua hari terkumpul 122 wakaf Al-Qur’an”, ungkap ustadz Hanif selaku ketua regu 4 yang dengan telaten mendata pemesanan dan pendistribusian.
Lanjut beliau, kesadaran dan keikhlasan jamaah untuk wakaf Al-Qur’an ini sebagai bentuk kepedulian sekaligus berpartisipasi lebih mendekatkan para jamaah dari berbagai belahan dunia untuk persiapan berhaji dengan Al Qur’an.
Akhirnya, ustadz Andi Hariyadi menyampaikan bahwasanya perhatian dan kepedulian jamaah tersebut patut diberikan penghargaan, karena mampu menyisihkan sebagian uangnya dengan penuh keikhlasan untuk gerakan wakaf Al Qur’an, semoga wakaf Al Qur’an ini diterima Allah SWT dan menambah kebaikan untuk meraih haji yang mabrur. (Yuda).
















