banner 728x90

Sekilas Meneladani Perjuangan WR. Soepratman

banner 468x60

Surabaya, Delikjatim.com – Momen peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke 77 begitu penting yang tidak sekedar gebyar peringatannya tetapi bagaimana kita bisa memaknai kemerdekaan yang sudah diraih untuk diisi dengan peran peran strategis yang dijiwai semangat perjuangan seperti halnya para pahlawan yang berjasa pada negeri ini.

Diantaranya kita mengenang perjuangan WR. Soepratman, pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya, agar kita bisa meneruskan perjuangannya.

banner 336x280

Wage Rudlof Soepratman (1903-1938) dilahirkan pada hari Senin Wage 3 Maret 1903 di Jatinegara Jakarta beragama Islam, tidak berpartai. Itulah alenia pertama dari riwayat singkat WR. Soepratman yang terpampang di salah satu sudut di makam beliau di jalan Kenjeran Surabaya, dan kami dapati saat berziarah selepas mengikuti upacara memperingati HUT RI ke 77 pada 17 Agustus 2022 di halaman Balai Kota Surabaya.

Seperti kita ketahui bersama setiap upacara memperingati hari hari nasional dan berbagai kegiatan tertentu lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan dengan penuh hikmat. WR. Soepratman sejak muda suka bermain musik dan menulis lagu lagu kebangsaan yang menginspirasi kemerdekaan ketika masih dalam suasana penjajahan. Jiwa patriotis terus bergelora untuk berjuang membangkitkan semangat perjuangan melalui karya karya monumental.


Masa kecilnya (1914) beliau diasuh oleh kakak iparnya W.M Van Eldik (Sastromiharjo) tinggal di Makassar dan belajar gitar serta biola. Dan pada tahun 1924 WR. Soepratman ke Surabaya menjadi wartawan surat kabar Kaoem Mueda, dan aktif dalam pergerakan nasional hingga hilir mudik ke Bandung dan Jakarta, sehingga pada Konggres Pemuda Pemudi ke ll pada 27-28 Oktober 1928 dinyanyikanlah lagu Indonesia Raya diiringi gesekan biolanya meski ada pelarangan, embrio perjuangan kemerdekaan semakin menggugah para pemuda.

Perjuangan yang tidak kenal lelah sehingga pada 1937 beliau dalam keadaan sakit kembali ke Surabaya namun semangat juangnya tetap tinggi, pada 7 Agustus 1938 sempat ditahan di penjara Kalisosok, dan tujuh tahun sebelum kemerdekaan bangsa Indonesia tepatnya pada 17 Agustus 1938 beliau meninggal dunia di Surabaya tanpa istri dan anak.

Perjuangan beliau untuk bangsa begitu total, harapan merdeka sebagai bangsa berdaulat sudah teraih 77 tahun dan perjuangan bangsa masih belum selesai untuk dilanjutkan.

Dimakamnya kami bersama ahli waris keluarga dan beberapa elemen warga Surabaya pada pagi 17 Agustus 2022 turut berdoa di pusaranya memohon doa padaNya untuk diberikan ampunan dan diterima amal perjuangannya.

Sebagai generasi penerus bangsa hendaknya kita bisa meneladani perjuangan WR. Soepratman, mengisi kemerdekaan dengan karya bukan sekedar tebar pesona untuk tipuan belaka. Bangunlah jiwanya bangunlah badannya untuk Indonesia Raya, menjadi energi yang menginspirasi untuk pulih lebih cepat bangkit lebih kuat Indonesia lebih berdaulat. Jiwa jiwa muda penerus perjuangan WR. Soepratman sangat dibutuhkan menggemakan Indonesia Raya.

Oleh: Andi Hariyadi (Sekretaris Tim Penulisan Sejarah Muhamadiyah Surabaya).

(Yuda).

Editor : Redaksi

banner 336x280
banner 728x90
error: Artikel terproteksi !!
Exit mobile version