Jakarta, Delikjatim.com – Tragedi dalam dunia Sepak Bola di Kanjuruhan pada Sabtu malam hingga dini hari Minggu 2 Oktober 2022 sungguh sangat menyedihkan, memprihatinkan dan sangat mengecewakan bagi bangsa kita yang mana sepak bola nya sedang melakukan perbaikan disana sini dan sedang meningkat prestasinya. Namun diluar dugaan tragedi yang menewaskan sekitar 129 orang suporter termasuk petugas Kepolisian sangat mengagetkan kita semua. Peristiwa ini sepertinya akan menelan dunia sepak bola Indonesia ke jurang kehancuran. Sanksi tentu akan kita hadapi terutama dari FIFA induk organisasi Sepak Bola dunia dimana PSSI bernaung. Terlebih kita akan menjadi Tuan Rumah Piala Dunia U 23 tahun depan. Ini menjadi peristiwa kedua terbesar yang menelan korban setelah peristiwa Peru 1964 yang menewaskan 328 orang.
Atas hal ini Ferdinand Hutahaean, Politisi Nasional dan sekaligus pegiat media sosial ini meminta kepada semua pihak untuk berhenti saling menyalahkan. “Kita berduka, Saya meminta kepada siapapun untuk berhenti saling menyalahkan, berhenti saling menyudutkan. Ini tragedi yang tidak diinginkan siapapun.” Ujar Ferdinand Hutahaean. Selain agar berhenti saling menyalahkan dan saling menyudutkan, Ferdinand Hutahaean juga mendesak Kapolri dan PSSI untuk melalukan investigasi tuntas atas peristiwa ini. “Saya mendesak Kapolri dan PSSI untuk melakukan investigasi tuntas atas peristiwa ini. Harus ada investigasi dan evaluasi agar tidak terjadi lagi hal serupa kedepan. Dan paling penting harus ada yang bertanggung jawab atas peristiwa tewasnya ratusan suporter ini.” Tambah Ferdinand Hutahaean
Dalam video-video amatir yang beredar memang tampak kekacauan dilapangan saat Arema kalah 2-3 dikandung sendiri oleh Persebaya. Sebagaimana kita ketahui kedua klub ini memang rival bebuyutan karena sama-sama dari Jawa Timur dan sama-sama tim papan atas Liga 1 PSSI. Maka seharusnya ada kajian matang sebelum pertandingan dilaksanakan untuk mengantisipasi peristiwa yang tidak diinginkan terjadi. “Kita tunggu saja penyelidikan atas peristiwa ini, semoga terang benderang kedepan dan tidak terulang lagi.” Ujar Ferdinand Hutahaean
















