Kabupaten Malang, Delikjatim.com – Dari PUSDALOPS Tagana Kabupaten Malang, Jl Panji No. 180 Penarukan Kepanjen, Kabupaten Malang, dilaporkan telah terjadi bencana alam Tanah Longsor, satu korban dinyatakan hilang akibat kejadian tersebut.
Longsor yang menelan korban ini terjadi di Desa Gubuklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, pada hariSelasa, 01 November 2022, Estmasi waktu kejadian pukul 16.30 WIB.
Penanganan bencana longsor ini melibatkan sejumlah pihak seperti, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Malang, Dinas Sosial Kab. Malang, MUSPIKA Kec. Poncokusomo, Pemdes Wringinanom
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, Kampung Siaga Bencana (KSB) MAHAMERU, BALAKARCANA, TAGANA Kab. Malang, serta Warga sekitar lokasi kejadian.
Sumber data Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinsos Kabupaten Malang, dari hasil Assessment dan Kaji cepat kejadian melalui Koordinasi bersama Pemdes setempat serta Muspika Kec. Poncokusumo menyebutkan, korban yang hilang diduga tertimbun material longsor tersebut diketahui atas nama Muhammad Amin (L), 25 Tahun, Dusun Kunci Rt 16 Rw 04 Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
Fathurroji, Koordinator Tagana Kab. Malang, yang biasa disapa Roji mengatakan, pencarian korban yang dilakukan oleh tim gabungan sejak kemaren hingga saat ini belum membuahkan hasil.
“Kejadiannya sekitar Pukul 16.30 WIB bang, sampai sekarang masih dilakukan pencarian oleh tim gabungan di bantu warga sekitar” kata Roji.
Menurut Roji, awalnya korban (Muhammad Amin / 25 Tahun), bersama rekannya (Ilham / 30 Tahun), sedang dalam perjalanan menuju Ladang dengan mengendarai kendaraan Yamaha Vega roda dua, yang hendak ngojek bambu. Dalam perjalanan itu, si Ilham berada tepat di depan korban. Kemudian Ilham merasa ada yang janggal dalam fikirannya, alhasil setelah Ilhm (teman korban) menoleh kebelakang, korban tak terlihat. Karena penasaran, si Ilham berinisiatif menyusul korban yang sedari tadi bersamanya. Namun sejurus kemudian yang di temui bukanlah rekan Ilham, akan tetapi ia melihat jalan yang dilalui bersama rekannya (korban) tadi, kini sudah tertutup oleh tumpukan tanah tebing yang longsor. Hingga si Ilham menduga bahwa korban terbawa longsor ketika melewati jalan tersebut.
Kabar itupun tersebar luas, dan pencarian korban dilakukan hingga malam hari, namun belum membuahkan hasil.
“Tagana korwil setempat dari awal bergabung bersama warga dan tim gabungan melakukan pencarian” tegas Roji.
Disinggung soal pelayanan Dapur Umum guna mendukung proses pencarian korban, Roji menjelaskan, “Jadi terkait layanan Dapur Umum (DU) kami masih melakukan kordinasi, karna info sementara belum ada titik terang titik keberadaan korban” jelasnya.
Selain itu, akibat longsor tersebut akses jalan pertanian khusus Roda 2 tertutup total.
















