banner 728x90

Rumah Warga Situbondo Nyaris Dihantam Longsor

banner 468x60

Kabupaten Situbondo, Delikjatim.com – Nyaris nahas, rumah warga Situbondo, RT 15 RW 05 Dusun Semogo, Desa Kalirejo, Kecamatan Sumber Malang, hampir saja menjadi sasaran gempuran tanah longsor.

Sejak Kamis sore (16/02/2023), hujan berintensitas sedang membasahi kawasan Kecamatan Sumber Malang, hingga Desa Kalirejo. Dalam rentang waktu cukup lama, tepat pada titik 23.00 Wib, berhembus kabar kejadian bencana tanah longsor yang mengancam rumah warga, hingga informasi itu termonitor oleh relawan tanggap bencana Tagana Kabupaten Situbondo.

banner 336x280

Di lokasi kejadian, Tagana Dinas Sosial Kabupaten Situbondo, bersama Polsek Sumber Malang, Koramil Sumber Malang, Perangkat Desa Kalirejo, Relawan Kampung Siaga Bencana, bersinergi melakukan assesmen dan bakti sosial membersihkan dan mengamankan rumah yang hampir saja menjadi korban amukan material longsor.

Data kajian atas kejadian tersebut menerangkan, longsor terjadi akibat melemahnya tekstur tanah yang terkikis oleh air dalam durasi tertentu, kemudian merusak tatanan komponen tanah (agregat), kondisi inilah yang kemudian memicu terjadinya longsor.

Longsor yang terjadi kali ini menghantam tumbang sebuah Tembok Penahan Tanah (TPT) yang dekat sekali jaraknya dengan rumah Husnul Hotim 38 tahun. Kejadian itu justru diketahui pertama kali oleh penghuni rumah di sebelah rumah Husnul, yaitu rumah milik Ruba’i 62 tahun.

Beruntung tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut.

Koordinator Tagana Kabupaten Situbondo, Misyono menjelaskan, indikasi kejadian itu dirasakan pertamakali oleh tetangga sebelahnya, Ruba’i.

“Jadi pada awal adanya tanda-tanda akan terjadi longsor, Husnul bersama keluarganya ini sedang tertidur pulas. Indikasi itu diketahui oleh Ruba’i, tetangganya. Merasa ada yang aneh lalu Ruba’i ini keluar rumah untuk mengetahu secara pasti apa sebenarnya yang terjadi. Setibanya di luar rumah, dia melihat tembok penahan tanah sudah tertimpa tanah, sebagian material longsor juga menumpuk di dinding rumahnya” ujarnya.

Misyono menerangkan, TPT yang ambrul oleh longsor itu adalah tembok berbahan batu bata dan semen, yang memiliki ukuran panjang 22 meter, tinggi 4,5 meter, dengan ketebalan 40 cm.

“Kalau warga sini menyebut tembok itu PERIGI, yang sifatnya antisipatif terhadap rumah di sekitarnya”

Kondisi terakhir di lokasi kejadian hingga berita ini di rilis, material longsor berhasil di normalisasi oleh tim gabungan.

“Kami menghimbau kepada warga Masyarakat Situbondo, cuaca ekstrem masih belum berakhir. Untuk itu hendaknya kita lebih waspada. Jika ada kejadian hendaknya segera melapor ke pihak terkait atau potensi relawan terdekat” imbuhnya.

banner 336x280
Penulis: SyaifulEditor: Redaksi
banner 728x90
error: Artikel terproteksi !!
Exit mobile version