banner 728x90

Tak Takut Aparat, Pelaku Keroyok Anggota Intel di Surabaya: Tiga Ditangkap, Satu DPO

banner 468x60

Surabaya, Delikjatim.com – Aksi kekerasan jalanan kembali mencoreng rasa aman masyarakat Kota Surabaya. Seorang anggota intel Polsek Mulyorejo berinisial H menjadi korban pengeroyokan di depan SPBU Kenjeran, Minggu sore (27/4/2026), saat sedang menjalankan tugas. Dalam insiden tersebut, korban diduga diserang secara bersama-sama oleh sekelompok orang hingga mengalami luka-luka.

Peristiwa yang terjadi di lokasi ramai itu sontak mengejutkan warga sekitar. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban sempat menjadi sasaran pengeroyokan brutal di kawasan padat lalu lintas. Aksi nekat itu memicu kekhawatiran publik atas meningkatnya keberanian pelaku kekerasan jalanan, bahkan terhadap aparat penegak hukum.

banner 336x280

“Kalau anggota polisi saja berani dikeroyok, bagaimana dengan masyarakat biasa? Ini sangat meresahkan,” ujar seorang warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena korban merupakan anggota kepolisian aktif yang sedang bertugas. Insiden tersebut dinilai sebagai ancaman terhadap ketertiban umum sekaligus bentuk perlawanan terbuka terhadap aparat penegak hukum.

Saat dikonfirmasi, Kanit Intel Polsek Mulyorejo, Ipda Dian Purwa, belum memberikan penjelasan rinci mengenai kronologi kejadian. Ia hanya meminta awak media untuk menghubungi pimpinan kepolisian sektor.

“Langsung saja ke Bu Kapolsek mas, langsung saja datang ke kantor,” ujarnya singkat melalui sambungan telepon, Kamis (30/4/2026).

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Mulyorejo, AKP Djoko Soesanto, membenarkan bahwa pihaknya telah bergerak cepat dengan mengamankan tiga orang terduga pelaku berinisial E, R, dan S.

“Benar mas, kita sudah mengamankan tiga orang berinisial E, R, dan S. Setelah tiga pelaku ini kita periksa, mengerucut empat orang, satu masih DPO. Jadi bukan berjumlah 10 orang, melainkan empat orang,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp.

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi memastikan jumlah pelaku yang terlibat bukan sepuluh orang sebagaimana informasi awal, melainkan empat orang. Tiga pelaku telah diamankan, sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan telah masuk daftar pencarian orang (DPO).

Meski demikian, insiden pengeroyokan terhadap anggota polisi ini menjadi alarm keras bagi aparat keamanan di Surabaya. Tindakan kekerasan terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas tidak hanya merupakan tindak pidana, tetapi juga tantangan serius terhadap wibawa hukum.

Masyarakat pun mendesak kepolisian agar menuntaskan kasus ini secara tegas dan transparan. Penanganan cepat dinilai penting agar pelaku kekerasan jalanan tidak merasa memiliki ruang untuk terus melakukan aksi serupa.

“Jangan sampai pelaku pengeroyokan terhadap aparat dibiarkan bebas berkeliaran. Negara tidak boleh kalah oleh aksi kekerasan jalanan,” tegas warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Mulyorejo AKP Desy Ratnasari belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media melalui pesan WhatsApp pada Rabu (30/4/2026) belum mendapat respons.

Peristiwa ini menambah daftar kasus kekerasan jalanan yang meresahkan warga Surabaya. Publik kini menanti langkah tegas aparat dalam memburu pelaku yang masih buron sekaligus memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga.

Dilansir dari Media Potretrealita.com

banner 336x280
Penulis: IbadEditor: Redaksi
banner 728x90
error: Artikel terproteksi !!
Exit mobile version