Surabaya, Delikjatim.com – SD Muhammadiyah 26 Surabaya menggelar peringatan Isra’ dan Mi’raj bertempat di Hall Sekolah dimana berlangsung dengan penuh hikmah dan antusiasme para siswa-siswi serta guru juga karyawan sekolah yang hadir.
Acara diawali dengan donasi gempa di Turki, dilanjut dengan pembacaan kalam Ilahi dan sambutan kepala sekolah serta kajian tentang Isra’ Mi’raj juga penutup challenge Isra’ Mi’raj, Jumat (17/2/2023).
Dalam rilisnya, Senin (20/2/2023), Yunita Puspita Sari selaku Kepala SD Muhammadiyah 26 Surabaya menyampaikan, dalam sambutan peringatan peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting dilakukan oleh satuan pendidikan.
“Diantaranya untuk memberikan pengarahan, menambah wawasan, serta meneladani peristiwa-peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam Isra’ Mi’raj untuk menambah semangat belajar dan pembentukan akhlakul karimah khususnya siswa SD Muhammadiyah 26 Surabaya, salam 4 Be, Belajar, Bertaqwa, Berkarakter, dan Berakhlaq mulia”, terangnya.
Sementara itu, Kaur ISMUBA SD Muhammadiyah 26 Surabaya ustadz Hasan menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang dilakukan sekolah.
“Tahun ini kami memperingati Isra’ Mi’raj dengan mengadakan kajian dan challenge Happy Isra’ Mi’raj,” jelasnya.
“Kegiatan tersebut dilakukan untuk menumbuhkan, serta meningkatkan iman dan taqwa dari seluruh pelajar”, imbuhnya.
Masih dengan ustadz Hasan, tentang perjalanan malam Rasulallah SAW saat Isro’ Mi’raj, yang pada intinya kita sebagai umat Islam harus percaya bahwa peristiwa tersebut benar terjadi. Walaupun secara logika sangat sulit diterima, hal tersebut menunjukkan bahwa betapa agungnya sang maha pencipta Allah SWT.
“Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa besar saat Nabi Muhammad SAW memperoleh berbagai pengalaman dan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi dirinya, umatnya serta alam semesta. Pengertian Isra’ sendiri adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Al-Aqso, sedangkan Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Al-Aqso menuju Sidrotul Muntaha atau langit ke tujuh”, urainya.
Ada beberapa hikmah yang bisa kita petik dari peristiwa Isra’ Mi’raj yaitu,
Pertama, tingginya derajat kehambaan, dalam surat Al-Isra’ ayat satu, menceritakan peristiwa Isra Miraj, yang mana kata ‘Abdun’ yang artinya hamba digunakan untuk menyebut Muhammad SAW. Hal tersebut menunjukkan bahwa Nabi SAW adalah hamba yang benar-benar bertakwa pada Allah SWT serta memperoleh derajat yang begitu mulia di sisi Allah SWT.
Kedua, pembekalan dakwa yang tangguh, sebelum terjadinya peristiwa Isra’Mi’raj, orang-orang terdekat Nabi SAW dan selalu mendukung misi dakwahnya silih berganti wafat. Sedangkan di sisi lain, Nabi SAW terus mendapat penindasan dari kaum Quraisy. Ujian yang datang bertubi-tubi ini Allah berikan agar Nabi SAW benar-benar tangguh dalam menyampaikan dakwah.
Ketiga, menyampaikan kebenaran meski pahit, setelah malam Isra’Mi’raj, Nabi SAW menyampaikan kepada penduduk Mekkah apa yang baru saja dialaminya. Namun banyak yang tak percaya mengenai cerita ‘tak masuk akal’ tersebut. Hal ini menunjukkan, kebenaran tetap harus disampaikan, meski pahit karena banyak mendapat penolakan.
Keempat, Syariat Nabi Muhammad SAW, menghapus syariat Nabi terdahulu, Saat Isra’Mi’raj, Rasulullah SAW jadi imam shalat untuk nabi-nabi terdahulu. Hal ini menjadi bukti mereka patuh dan mengikuti ajaran Nabi SAW sekaligus jadi isyarat bahwa syariatnya tersebut telah menghapus syariat nabi-nabi terdahulu.
Lanjut ustadz Hasan, banyak hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik dari peristiwa Isra’Mi’raj. Dengan acara peringatan tersebut, diharapkan siswa-siswi SD Muhammadiyah 26 Surabaya menjadi generasi yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, melainkan juga religius dalam menyebarkan kebaikan.
“SD Muhammadiyah 26 Surabaya sebagai instansi pendidikan, akan konsisten dalam memfasilitasi seluruh kegiatan sekolah, guna mencetak generasi tangguh, berakhlak mulia yang mampu beradaptasi dengan Perkembangan teknologi dan zaman”, tutupnya.
















