banner 728x90
Berita  

Cangkruk’an Kolaborasi MPID-IMM-Pemuda Muhammadiyah Surabaya, Ini Yang Dibahas

banner 468x60

Surabaya, Delikjatim.com – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PD PM) kota Surabaya dan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) kota Surabaya menggandeng Majelis Pustaka Informatika dan Digitalisasi (MPID) kota Surabaya menggelar cangkruk’an “Malam Refleksi Kelahiran Pancasila dan Bedah Buku Babad Muhammadiyah Surabaya“.

banner 336x280

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdam) jalan Wuni nomor 9 Surabaya, Rabu (31/5/2023) dengan menghadirkan dua narasumber yakni Kyai Cepu Budayawan Muhammadiyah Wakil Ketua Lembaga Seni Budaya (LSB) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Andi Hariyadi Ketua MPID kota Surabaya.

Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Surabaya Catur Anang Hutoyo, anggota Komisi B DPRD Surabaya dokter Zuhrotul Mar’ah Lailatusholichah, Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Genteng Azmi Izzudin, Ketua dan Sekretaris Ortom, serta puluhan anggota maupun simpatisan Angkatan Muda Muhamadiyah (AMM) kota Surabaya.

Dalam sambutannya, Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya Catur Anang Hutoyo sangat mengapresiasi dan bangga atas terselenggaranya bedah buku Babad Muhammadiyah kota Surabaya.

“Kami dari PDM sangat mengapresiasi bedah buku Babad Muhammadiyah Surabaya, terlebih lagi hadir pula Wakil Ketua LSB PP Muhammadiyah, mudah-mudahan para pemuda Muhammadiyah Surabaya lebih bersemangat dan menambah ilmu pengetahuan tentang sejarah Muhammadiyah Surabaya”, tuturnya.

Memasuki materi pertama tentang sejarah Tokoh Muhammadiyah Surabaya yang dibawakan oleh Andi Hariadi selaku ketua MPID PDM Surabaya.

Andi Hariadi memaparkan, bahwa Muhammadiyah Surabaya berdiri atas andil dari tokoh-tokoh besar Muhammadiyah. Tokoh-tokoh Muhammadiyah yang mempunyai andil dalam berdirinya Muhammadiyah Surabaya antara lain ada KH. Mas Mansur dan Soekarno.

“Berdirinya Muhammadiyah Surabaya dilatarbelakangi seringnya KH Ahmad Dahlan melakukan dakwah di Surabaya, sehingga kemudian banyak orang yang sepaham dengan pemikirannya, dua diantaranya adalah Soekarno yang kemudian menjadi presiden pertama”, terangnya.

“Lalu kemudian ada KH Mas Mansur yang pengangkatannya kemudian dijadikan tonggak awal berdirinya Muhammadiyah Surabaya”, imbuhnya.

Tak kalah menarik pemateri kedua yakni Kyai Cepu yang membawakan materi tentang Pancasila dan Risalah Islam Berkemajuan.

Kiai Cepu menyampaikan bahwa sejak awal berdirinya negara Indonesia, Muhammadiyah konsisten mengahdirkan kader-kader yang berkontribusi langsung dalam perjuangan kemerdekaan.

“Selain itu secara ideologis, pemikiran-pemikiran dari ajaran Islam yang disampaikan oleh Muhammadiyah sejalan dengan semangat perjuangan untuk lepas dari penjajahan dan keterbelakangan dari bangsa Indonesia”, paparnya.

Dua materi yang dibawakan oleh Ketua MPID kota Surabaya dan Wakil Ketua LSB PP Muhammadiyah tersebut disambut antusias oleh peserta dari berbagai Ortom Muhammadiyah yang turut hadir menyaksikan pemaparan narasumber.

Acara cangkruk’an ditutup dengan pembacaan puisi oleh Kyai Cepu yang memukau para peserta, dan berharap perlunya diselenggarakan diskusi kedepannya untuk membuka wawasan sejarah dan pemikiran dari Muhammadiyah dan tokoh-tokohnya.

banner 336x280
Penulis: Miftah/YudEditor: Redaksi
banner 728x90
error: Artikel terproteksi !!
Exit mobile version