banner 728x90
Berita  

Penyerahan Seragam Baru Kokam Krembangan Surabaya Warnai Kajian Sakinah

banner 468x60

Surabaya, Delikjatim.com – Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan Surabaya kembali mengadakan Kajian Sakinah pada Ahad pertama, di Panti Asuhan Muhammadiyah Nyai Walidah, Dupak Bandarejo I/30A. Mubaligh pada agenda tersebut adalah Suhadi Fadjaray bertajuk “Kompetensi Dasar Orang Tua Istimewa”, Ahad (4/6/2023).

banner 336x280

Sebelum memasuki acara inti, diawali dengan sambutan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Krembangan Surabaya Sutikno SSos dan penyerahan seragam baru Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Krembangan secara simbolis.

“Saya sangat mengapresiasi dedikasi yang luar biasa telah ditunjukan oleh Kokam Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Krembangan selama ini telah berperan aktif disemua kegiatan yang telah dilaksanakan selama ini”, terangnya.

Sutikno melanjutkan, karena seragam Kokam sudah lama, sangat perlu untuk diganti sehingga akan menimbulkan semangat baru lagi.

“Mudah-mudahan ada tambahan lagi untuk menjadi Kokam di Krembangan, dan tak lupa saya sampaikan banyak terima kasih secara simbolis juga diberikan jaket Kokam. Sangat bangga memakai jaket Kokam yang luar biasa”, imbuhnya.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Krembangan Surabaya Sutikno SSos (kiri) secara simbolis menyerahkan seragam Kokam

Dalam tausiyahnya, Suhadi Fadjaray menyampaikan bahwa angka perceraian di Jawa Timur merupakan yang tertinggi. Faktor yang memengaruhinya antara lain rumah tangga yang tidak harmonis, tidak adanya tanggung jawab, dan masalah ekonomi.

“Mudah-mudahan Muhammadiyah selalu memiliki peran dalam membangun keluarga yang baik,” ujarnya.

Merujuk surah Al Furqan ayat ke-74, cara agar menjadi keluarga yang baik adalah menjadikan suami dan istri sebagai penyejuk hati. Bila ayah dan ibu sudah baik, anak pun ikut menjadi baik. Orang tua harus kompak agar anak tidak berpihak pada salah satunya.

“Allah akan hadirkan kepemimpinan yang baik dari keluarga-keluarga yang sakinah,” paparnya.

Dalam rumah tangga, ada sebuah tips agar suami istri harmonis. Hal itu ialah kemampuan memahami cara berpikir pasangan. Ibarat obat nyamuk yang berbentuk spiral, cara berpikir perempuan bermula dari pusat menuju ke luar. Sebaliknya, cara berpikir laki-laki bermula dari luar menuju pusat. Artinya, cara berpikir perempuan menyebar dan laki-laki terpusat serta fokus.

“Karena itu, jangan memaksakan dan menuntut cara berpikir pasangan agar sama dengan kita. Suami dan istri harus punya ilmu menafsirkan ucapan pasangan,” tegasnya.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa perempuan bisa masuk surga dari pintu mana pun dengan syarat salat lima waktu, puasa Ramadan, menjaga kemaluan, dan menaati suami. “Kalau istri taat pada suami, pastikan suami taat kepada Allah agar dimudahkan,” ujarnya.

Suami dan istri yang memiliki anak tentu harus memiliki ilmu orang tua. Dalam surah Luqman ayat ke-12 disebutkan bahwa hendaknya ayah menjadi orang yang berhikmah dan bersyukur. Kalau tidak, maka akan sulit dalam mendidik anak-anaknya.

“Tidak setiap laki-laki dan perempuan menjadi suami istri. Tidak setiap suami istri menjadi ayah ibu. Mari bersyukur agar anak-anak bersyukur memiliki orang tua seperti kita,” ucapnya.

Pada akhir kajian, Suhadi menjelaskan tiga ciri orang berhikmah. Pertama, memiliki pemahaman. Kedua, memiliki ilmu. Ketiga, bertutur kata yang baik. Tutur kata dan teladan yang baik akan semakin memudahkan orang tua menjadikan anaknya berakhlak baik pula.

“Hal itu dikarenakan anak lebih cepat meniru perbuatan orang tua daripada mendengarkan perkataannya saja,” pungkasnya.

banner 336x280
Penulis: YudaEditor: Redaksi
banner 728x90
error: Artikel terproteksi !!
Exit mobile version