banner 728x90

Komunitas Ngaji Bencana dan FPRB Jatim Gelar Pendidikan Penanggulangan Bencana

banner 468x60

Malang, Delikjatim.com – Komunitas Ngaji Bencana, Jangkar Kelud bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jawa Timur, menggelar kegiatan Pendidikan Penanggulangan Bencana di aula SMA Islam Al Ikhlash Kasembon, Kabupaten Malang. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 24 Juli 2024 ini diikuti oleh 45 siswa perwakilan dan 4 orang guru, dimulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini meliputi penanggulangan dasar dan manajemen bencana serta Basic Life Support (BLS) dan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Metode penyampaian materi dilakukan melalui teori, praktek, sesi tanya jawab, dan curah pendapat.

banner 336x280

Kepala Sekolah SMA Islam Al Ikhlas, Ibu Sahara, beserta dewan guru yang turut serta dalam kegiatan ini sangat mengapresiasi materi yang ditularkan. Tidak berhenti disitu, mereka juga menyampaikan terima kasih kepada Pemateri, Catur Sudarmanto, S.Sos., M.M.B (Mbah Dharmo) dan Gender, atas pengetahuan penanggulangan bencana yang telah disampaikan kepada para siswa.

Mbah Darmo menjelaskan bahwa, apa yang dilakukan ini merupakan implementasi tanggung jawab Forum PRB dalam upaya mengurangi risiko bencana dengan memasifkan kegiatan edukasi penanggulangan bencana di sarana pendidikan, mulai dari tingkat paling bawah hingga paling tinggi. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk terus digalakkan, mengingat hal tersebut merupakan tugas forum yang dipimpinnya.

“Memasifkan kegiatan edukasi seperti ini tidak harus bergantung pada ada tidaknya anggaran. Mau ada atau tidak anggarannya, kita harus tetap semangat berbuat dan terus bergerak. Kemudian selanjutnya memberikan pemahaman kepada sekolah-sekolah agar melakukan edukasi penanggulangan bencana di lingkungannya secara maksimal, khususnya sekolah yang memiliki potensi rawan bencana,” ujarnya, Rabu (24/7) sore.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menghadapi bencana. Tujuan lainnya agar para siswa dapat mempraktikkan pengetahuan tersebut jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Selanjutnya giat diakhiri dengan praktek penanganan korban secara darurat oleh siswa, termasuk cara membalut dan membidai korban dengan berbagai jenis luka seperti luka bakar, luka pendarahan, dan patah tulang, dengan memperhatikan prinsip-prinsip penanganan setiap jenis luka.

banner 336x280
Penulis: Syaiful Editor: Redaksi
banner 728x90
error: Artikel terproteksi !!
Exit mobile version