Surabaya, delikjatim – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngagel Surabaya menggelar Baitul Arqam untuk guru dan tenaga kependidikan di SMAMDA Tower selama dua hari Sabtu-Ahad (15-16/3/2025).
Mengambil tema “Perbaiki karakter diri, mengharap keberkahan rizki” kegiatan tersebut diikuti 415 peserta, terdiri dari kepala, guru, dan tenaga kependidikan SD Muhammadiyah 4 Surabaya, SD Muhammadiyah 16 Surabaya, SMP Muhammadiyah 5 Surabaya, dan SMA Muhammadiyah 2 Surabaya.
Hadir pula Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ngagel Drs H Ahmad Zaini MPd, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya Dr H M Ridlwan MPd.
Sebagai narasumber Wakil Ketua LP2M Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr KH Khairuddin Bashori MSi, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Dr H Sholihin Fanani SAg MPSDM, Dai Muhammadiyah Drs KH Najih Ihsan MAg, Wakil Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Surabaya Drs H Mohammad Lutfi MPd, dan motivator Jihan Inshera CTMR.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ngagel Drs H Ahmad Zaini MPd menyatakan bahwasanya Baitul Arqam untuk guru dan tenaga kependidikan dilaksanakan dua hari Sabtu sampai Maghrib dan Ahad sampai sholat tarawih bersama.
“Alhamdulillah hari ini berjalan lancar. Semoga besok juga lancar,” ungkapnya.
Lebih lanjut Ahmad Zaini menambahkan bahwasanya tujuan Baitul Arqam untuk meningkatkan ketakwaan dan keimanan setiap individu, pemahaman ideologi Muhammadiyah yang semakin kokoh. Lebih itu, juga untuk kebersamaan para guru dan tenaga pendidik.
“Sehingga diharapkan kualitasnya meningkat. Etos kerjanya juga makin lebih baik lagi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya Dr H M Ridlwan MPd sangat bangga serta mengapresiasi atas terselenggaranya Baitul Arqam bagi guru dan tenaga kependidikan di lingkungan PCM Ngagel.
Ia menyampaikan, ada 4 pesan kepada guru dan tenaga pendidik di lingkungan Muhammadiyah.
“Pertama adalah peningkatan syahadat. Yang mana kadang seseorang itu lupa dengan makna syahadat. Harusnya kalau kita bersyahadat, maka benar benar harus mencintai Allah dan Nabi Muhammad,” ujarnya.
Yang kedua, sambung Ridlwan, yakni meyakini takdir. Kalau sudah ditakdirkan menjadi guru dimanapun, maka harus bersyukur dan bangga.
“Ketiga bahwa kita selalu diawasi Allah SWT, sehingga harus selalu berbuat baik,” tuturnya.
“Keempat, kita harus menegakkan amar maruf nahi mungkar. Setelah mengikuti Baitul Arqam, saya berharap para peserta Baitul Arqam bisa menerapkan 4 pesan tersebut,” imbuhnya.
Saat membuka Baitul Arqam, Ridlwan juga menyampaikan selamat atas terselenggaranya Baitul Arqam.
“Luar biasa. Karena tiap tahun selalu meningkat pesertanya. Semoga ini bisa menular ke PCM lainnya,” tegasnya.
















