banner 728x90
Berita  

Hadiri Recharging GTK SD Mudipat, Didik Suhardi Harapkan Sekolah Harus Selangkah Lebih Maju

banner 468x60

Surabaya, delikjatim – Sekolah Teladan Nasional SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (SD Mudipat) melaksanakan Recharging Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) serta Launching EduMu E-library, Kelas Tahfidz, Sedekah Shubuh, dan Lagu Kebiasaan Anak Mudipat Hebat.

Bertema “Meneguhkan Keunggulan dan Kemajuan Era Digital“, kegiatan tersebut dilaksanakan di Auditorium The Millenium Building (TMB) Lantai 4 Din Syamsuddin SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, Sabtu (12/7/2025).

banner 336x280

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sekaligus Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Manajemen dan Kelembagaan Dr Didik Suhardi PhD, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya Dr H M Ridlwan MPd.

Hadir pula Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya H Dikky Syadqomullah MHES, Ketua Majelis Dikdasmen PCM Ngagel Suyatno SPd MPsi, serta guru dan karyawan SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya.

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr Didik Suhardi PhD ketika memberi materi dalam Recharging GTK SD Muhammadiyah 4 Surabaya menyatakan bahwasanya sudah semestinya lembaga pendidikan Muhammadiyah harus one step ahead atau selangkah lebih maju.

“Dalam Muktamar ke-48 di Surakarta, Muhammadiyah menargetkan tiap kabupaten/kota dan provinsi memiliki setidaknya satu sekolah Muhammadiyah yang terakreditasi unggul. Alhamdulillah, di Surabaya kita memiliki Mudipat yang bisa menjadi contoh,” ujarnya.

Didik Suhardi yang juga sebagai Staf Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI Bidang Manajemen dan Kelembagaan tersebut menegaskan bahwa SD Mudipat sepatutnya bisa direkomendasikan untuk dikloning di daerah lain.

“SD Muhammadiyah 4 Surabaya sudah sangat pantas untuk bisa dikloning oleh sekolah Muhammadiyah di daerah-daerah lain yang masih belum memiliki sekolah unggul,” ungkapnya.

Didik juga menyampaikan pentingnya pelaksanaan metode pembelajaran mendalam untuk diterapkan di sekolah.

“Perlu dipahami, kita tidak mengubah kurikulum, namun mengubah metode pembelajarannya. Jadi, kita perlu menerapkan sistem deep learning untuk melatih kemampuan berpikir kritis siswa,” jelasnya.

“Mas Mu’ti memahami bahwa siswa kita perlu menciptakan lingkungan belajar yang mindful, joyful, dan mendalam. Dalam penerapannya, guru sangat berperan sebagai mentor, kolaborator, dan fasilitator,” imbuhnya.

Menutup materinya, Didik menegaskan bagaimana seharusnya pihak sekolah menyikapi siswa yang memiliki potensi.

“Jangan sampai kita takut pada anak yang cerdas, dan memberi ia kelas terpisah. Biarkan dia bersosialisasi dengan teman-temannya sehingga mampu mengasah kemampuannya di bidang partnership. Itu yang seharusnya kita ajarkan, yakni mindset kolaborasi, bukan menang kalah,” pungkasnya.

banner 336x280
Penulis: YudaEditor: Redaksi
banner 728x90
error: Artikel terproteksi !!
Exit mobile version