Surabaya, delikjatim – Suasana penuh semangat tampak di lingkungan KB–TK Aisyiyah 48 Surabaya pada Selasa, 18 November 2025.
Ratusan peserta dari KB, TK Aisyiyah 48 Kenjeran turut memeriahkan Gebyar Milad Muhammadiyah ke-113 yang digelar secara meriah melalui pawai edukatif bertema “Mengenal Tokoh Muhammadiyah dan Aisyiyah.”
Pawai dimulai dari halaman KB–TK Aisyiyah 48, kemudian bergerak melalui Jalan Platuk Baru, berbelok ke Sidotopo Wetan, masuk Gang 4, dan kembali finish di halaman sekolah. Sepanjang rute, masyarakat tampak antusias menyaksikan peserta didik yang tampil percaya diri dengan kostum tokoh-tokoh sejarah Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Tahun ini, acara dikemas lebih kreatif dan sarat nilai pendidikan. Para siswa mengenakan pakaian tokoh-tokoh penting dalam sejarah Muhammadiyah dan Aisyiyah. Dari barisan perempuan, tampil representasi tokoh seperti Siti Walidah (Nyai Ahmad Dahlan), Fatmawati, Siti Umniyah, Siti Aisyah Hilal, Siti Badriyah, hingga Siti Badilah. Sementara dari barisan laki-laki, hadir peran KH. Ahmad Dahlan, Ir. Soekarno, KH. Mas Mansyur, Buya Hamka, Ki Bagus Hadikusumo, dan Jenderal Sudirman.
Pawai semakin meriah dengan keikutsertaan wali murid dan pengurus Ikwama KB–TK Aisyiyah 48. Mereka tampil kompak mengenakan gamis putih, jilbab biru, serta mahkota cantik yang membuat barisan Ikwama tampak anggun dan serasi, layaknya putri dari istana.
Kepala KB–TK Aisyiyah 48, Anik Hariati, menyampaikan bahwa kegiatan pawai ini menjadi bentuk kolaborasi seluruh amal usaha pendidikan Muhammadiyah di bawah PCM Kenjeran. “Pawai ini bertujuan agar anak-anak mengenal para tokoh Muhammadiyah dan Aisyiyah. Bukan hanya nama, tetapi juga wajah dan peran mereka dalam perjuangan dakwah. Karena itu anak-anak juga membawa poster bergambar tokoh beserta kata-kata bermakna tentang Muhammadiyah,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Ikwama, Mama Adzkiya, mengungkapkan rasa bangga dan cintanya kepada Muhammadiyah. “Sejak pertama kali mengenal Islam yang sesungguhnya, semuanya saya dapatkan di Muhammadiyah. Mengenal para tokoh dan pimpinan Muhammadiyah adalah anugerah luar biasa yang mendorong saya untuk terus fastabiqul khairat,” tuturnya penuh haru.
Gebyar Milad Muhammadiyah ke-113 ini menjadi bukti bahwa semangat dakwah, pendidikan, dan kecintaan terhadap sejarah perjuangan Muhammadiyah dan Aisyiyah terus tumbuh subur di hati generasi muda. Acara ini sekaligus memperkuat ikatan antar lembaga pendidikan di Cabang Kenjeran dalam melanjutkan perjuangan persyarikatan.
(Hariyati, Rizwa)
















